Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membuka Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) di Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026). Dalam sambutannya, Bahlil meminta para kader untuk bersiap menghadapi tahun pemilu yang akan datang.
MKGR sebagai Sekoci Kapal Induk Golkar
Bahlil menyampaikan sejarah berdirinya MKGR dan organisasi sayap lainnya hingga terbentuknya Partai Golkar. Ia menganalogikan Golkar sebagai kapal induk dan MKGR sebagai sekoci. "Nah, Bapak-Ibu semua, saya mengharapkan ibarat perang, Golkar itu adalah kapal induk. Sekoci-nya itu salah satu di antaranya adalah MKGR," kata Bahlil.
Ia juga menyebut nama Wakil Ketua Umum Partai Golkar Wihaji yang merupakan calon Ketua Umum Ormas MKGR. Bahlil menceritakan kedekatan hubungannya dengan Wihaji. "Saya sudah kenal lama sama Pak Wihaji. Punya kemampuan dan kapasitas yang mumpuni untuk, insyaallah, membawa MKGR ke depan jauh lebih baik," bebernya.
Hilal Pemilu 2029 Mulai Terlihat
Bahlil menyampaikan bahwa hilal Pemilu 2029 sudah mulai terlihat. Ia meminta para kadernya untuk segera mempersiapkan diri. "Sekarang tahun 2026, tahun 2028 kita sudah masuk pada tahun politik. Artinya, tinggal satu tahun lagi efektif kita akan masuk pada proses dinamika percaturan politik dalam memasuki pileg, pemilu legislatif. Golkar sangat menaruh harapan besar kepada MKGR," ungkapnya.
"Karena sesungguhnya yang akan mencetak kualitas kader itu adalah organisasi-organisasi astakarya, baik yang mendirikan maupun yang didirikan. Di situlah dapur pembentukan karakter kualitas kader," tambah dia.
Meritokrasi dan Pembentukan Kader
Bahlil menegaskan di depan para kader bahwa Partai Golkar bukan lagi tempat untuk sekadar belajar. Ia ingin ke depannya pengurus partai diisi oleh kader yang lolos lewat jalur meritokrasi. "Siapa yang akan bertanggung jawab untuk membina dan membentuk kader-kader itu? Adalah organisasi-organisasi Asta Karya, termasuk organisasi pendiri Partai Golkar, lebih khusus kepada MKGR," pungkasnya.



