Anwar Usman Pingsan Usai Prosesi Wisuda Purnabakti di Mahkamah Konstitusi
Mantan Hakim Konstitusi Anwar Usman mengalami insiden kesehatan yang mengkhawatirkan usai mengikuti prosesi wisuda purnabakti di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 13 April 2026, sekitar pukul 17.48 WIB, di tengah acara perpisahan resmi dari institusi peradilan tertinggi tersebut.
Kronologi Insiden di Ruang Sidang Pleno
Anwar Usman yang sebelumnya tampak sehat dan aktif menyalami para kolega serta pegawai MK, tiba-tiba terlihat lemas dan kehilangan kesadaran. Insiden ini terjadi tepat saat ia hendak keluar dari ruang wisuda purnabakti yang berlokasi di Gedung I MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Prosesi kirab pamitan yang sedang berlangsung harus dihentikan seketika ketika mantan hakim konstitusi itu terjatuh. Beberapa petinggi MK yang hadir langsung memberikan pertolongan pertama, termasuk Wakil Ketua MK Saldi Isra dan Hakim Konstitusi Guntur Hamzah.
Respons Cepat dari Petugas dan Rekan
Tim medis dan petugas keamanan MK dengan sigap membawa Anwar Usman ke ruang tunggu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Meskipun telah mendapatkan penanganan darurat, hingga berita ini diturunkan belum ada informasi resmi mengenai kondisi kesehatan mantan hakim tersebut.
Acara wisuda purnabakti yang seharusnya menjadi momen penghormatan bagi Anwar Usman justru berubah menjadi situasi darurat. Prosesi ini sendiri merupakan bagian dari rangkaian peralihan kepemimpinan di Mahkamah Konstitusi, yang juga menyambut dua hakim konstitusi baru:
- Liliek Prisbawono Adi
- Adies Kadir
Kedua hakim baru tersebut diharapkan dapat melanjutkan estafet peradilan konstitusi di Indonesia. Sementara itu, kesehatan Anwar Usman menjadi perhatian utama berbagai pihak yang hadir dalam acara tersebut.
Konteks Acara Wisuda Purnabakti
Prosesi wisuda purnabakti Hakim Konstitusi Anwar Usman diselenggarakan di Ruang Sidang Pleno Gedung I MK dengan protokol kenegaraan yang lengkap. Acara ini menandai akhir dari pengabdian Anwar Usman sebagai hakim konstitusi setelah bertahun-tahun berkontribusi dalam sistem peradilan Indonesia.
Insiden kesehatan yang dialami mantan hakim ini mengingatkan pentingnya kesiapan medis dalam setiap acara kenegaraan, terutama yang melibatkan figur publik dengan usia yang tidak lagi muda. Hingga saat ini, pihak keluarga maupun institusi MK belum memberikan pernyataan resmi mengenai perkembangan kondisi Anwar Usman.



