Israel Siapkan Serangan ke Iran Usai Negosiasi AS-Iran Alami Kebuntuan
Israel Siap Serang Iran Usai Negosiasi AS Buntu

Israel Siapkan Serangan ke Iran Usai Negosiasi AS-Iran Alami Kebuntuan

Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran berakhir tanpa kesepakatan, memicu sinyal kuat dari sekutu AS, Israel, untuk kembali menggempur Iran. Sejumlah menteri Israel secara terbuka mengisyaratkan kemungkinan dilanjutkannya serangan militer terhadap Teheran jika jalan diplomasi tetap buntu.

Pernyataan Tegas Menteri Israel

Menteri Energi Israel, Eli Cohen, dalam wawancara dengan harian Yedioth Ahronoth pada Minggu (12/4/2026), menegaskan bahwa Iran dapat diserang jika tidak ada kesepakatan yang tercapai. "Isu nuklir bersifat internasional, dan bagus bahwa Presiden AS Donald Trump telah menetapkan garis merah dalam masalah ini," kata Cohen. "Jika tidak ada kesepakatan, Iran dapat diserang," tegasnya, menggarisbawahi sikap keras Israel.

Cohen juga menyoroti situasi di Lebanon, di mana militer Israel memperluas serangan menargetkan Hizbullah. Dia mencetuskan agar Tel Aviv tidak hanya menyerang pasukan militer, tetapi juga fasilitas dan infrastruktur Lebanon. "Saya telah mengatakan hal ini di kabinet. Saya tidak melihat peluang keberhasilan yang tinggi untuk negosiasi ini," ucapnya, merujuk pada pertemuan pertama antara Israel dan Lebanon di Washington DC yang dijadwalkan pada Selasa (14/4) untuk mengamankan gencatan senjata.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dukungan dan Koordinasi dengan AS

Menteri Ekonomi Israel, Nir Barkat, dalam wawancara dengan Channel 14, mengklaim bahwa AS akan mencapai tujuan mereka dalam perang melawan Iran. "Para pejabat Iran tidak memahami tekad Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kita akan kembali berperang dan mencapai tujuannya," kata Barkat, menegaskan aliansi strategis antara kedua negara.

Dalam postingan terpisah di media sosial X, Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel, Miki Zoha, menyatakan bahwa ketegasan Washington dalam mencegah Iran memperoleh senjata nuklir mencerminkan koordinasi erat dengan Israel. Dia mengklaim bahwa AS dan Israel akan bekerja sama untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, memperkuat narasi ancaman bersama.

Kegagalan Negosiasi dan Eskalasi Ketegangan

Sebelumnya, perundingan maraton selama 21 jam di Islamabad, dengan Pakistan sebagai mediator, gagal mencapai kesepakatan finalisasi gencatan senjata antara AS dan Iran. Kegagalan ini memicu respons tegas dari AS, yang bertekad untuk memblokade Selat Hormuz, jalur pelayaran vital di Timur Tengah.

Blokade ini telah meningkatkan ketegangan di kawasan, dengan potensi konflik yang lebih luas. Rusaknya bangunan di Iran akibat serangan sebelumnya oleh AS dan Israel, seperti dilaporkan oleh Reuters, menjadi pengingat nyata dari dampak militer yang mungkin terjadi jika diplomasi terus gagal.

Dengan sinyal serangan dari Israel dan blokade AS, situasi di Timur Tengah semakin memanas, menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang dapat mempengaruhi stabilitas global. Para pengamat menunggu langkah selanjutnya dari kedua belah pihak dalam menghadapi kebuntuan ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga