Andre Rosiade Dapatkan Medal of Honor dari JPS untuk Bantu Korban Bencana di Sumbar
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade, menerima penghargaan Medal of Honor dari Jaringan Pemred Sumatera Barat (JPS). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya yang signifikan dalam membantu penanganan bencana di daerah pemilihannya, Sumatera Barat, mulai dari fase tanggap darurat hingga proses pemulihan masyarakat yang terdampak.
Penyerahan Penghargaan di Hotel Mercure Padang
Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Ketua JPS Adrian Tuswandi, didampingi Penasihat JPS Novrianto Ucok beserta jajaran pengurus lainnya. Acara berlangsung di Hotel Mercure Padang pada hari Minggu, 5 April 2026. Penyerahan dilakukan secara khusus karena Andre tidak dapat hadir dalam pelantikan pengurus JPS periode 2025-2028 pada Kamis, 2 April lalu, akibat kesibukannya menjalankan tugas negara di Jakarta.
Novrianto Ucok menegaskan bahwa penghargaan ini tidak diberikan karena posisi Andre sebagai anggota DPR RI, melainkan karena kontribusi nyata dan berkelanjutan yang telah dilakukannya. Dari lebih dari 120 tokoh dan lembaga yang dinilai, Andre disebut sebagai salah satu yang paling konsisten hadir sejak awal bencana hingga masyarakat mendapatkan hunian tetap.
"Ini bukan karena beliau anggota DPR RI. Tidak ada urusan itu. Beliau hadir sejak awal bencana, membantu sampai masyarakat mendapatkan hunian tetap, dan sampai sekarang masih terus bergerak untuk kepentingan masyarakat. Beliau all out dalam penanganan bencana di Sumbar," ucap Ucok dalam keterangan tertulis.
Respons Cepat dan Kerja Nyata Jadi Pertimbangan Utama
Ketua JPS Adrian Tuswandi juga menyoroti respons cepat Andre sejak hari pertama pascabencana sebagai salah satu faktor utama pemberian penghargaan. Ia mengaku mengikuti langsung aksi Andre di lapangan, termasuk kehadiran relawan terbanyak, bantuan terbanyak, dan alat berat terbanyak yang nyata terlihat.
"Saya mengikuti langsung bagaimana Pak Andre sudah sampai di lokasi sejak hari pertama bencana. Relawan terbanyak, bantuan terbanyak, alat berat terbanyak, itu nyata terlihat di lapangan," kata Adrian.
Penghargaan ini dinilai sebagai bentuk penghormatan atas kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, melampaui tanggung jawab formal sebagai legislator.
Andre Rosiade: Hentikan Pencitraan, Fokus pada Pembangunan Nyata
Menanggapi penghargaan tersebut, Andre Rosiade menyampaikan terima kasih kepada JPS dan menyebutnya sebagai penyemangat untuk bekerja lebih keras bagi masyarakat Sumatera Barat. Ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar Sumbar saat ini bukan hanya soal kebencanaan, tetapi juga kondisi ekonomi daerah yang memprihatinkan.
Andre menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumbar hanya sekitar 3 persen, sementara inflasi mencapai 6 persen, yang berarti daya beli masyarakat semakin tertekan. Ia mendorong semua pemangku kepentingan untuk menghentikan praktik pencitraan dan fokus pada langkah konkret, seperti pembangunan infrastruktur dan menarik investasi untuk membuka lapangan kerja baru.
"Hentikan pencitraan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah pembangunan infrastruktur dan masuknya investasi ke Sumatera Barat," tegas Andre.
Ia juga menyoroti minimnya lapangan kerja sebagai alasan banyak lulusan perguruan tinggi memilih merantau ke luar daerah, dan berharap penghargaan dari JPS dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dalam mempercepat kebangkitan ekonomi serta pembangunan Sumbar ke depan.



