Aliansi Buruh dan Masyarakat Sipil Siap Gelar Pawai Akbar Board of Peace Gaza
Aliansi buruh bersama dengan berbagai elemen masyarakat sipil di Indonesia berencana menggelar pawai akbar besar-besaran untuk mendukung perjuangan perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Acara yang bertajuk Board of Peace (BoP) Gaza ini direncanakan berlangsung usai perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan tujuan menggalang solidaritas dan tekanan internasional.
Seruan untuk Keterlibatan Massal dan Dukungan terhadap Kepemimpinan Indonesia
Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Moh Jumhur Hidayat, menyerukan kepada semua kekuatan masyarakat sipil, termasuk ormas keagamaan, organisasi kepemudaan, buruh, tani, dan gerakan mahasiswa, untuk turut serta dalam pawai akbar ini. "Kami akan menggalang ratusan ribu orang pasca-Lebaran untuk berpartisipasi di Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin," ujarnya di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Jumhur menegaskan bahwa pawai ini tidak hanya mendukung kemerdekaan dan perdamaian Palestina, tetapi juga memperkuat peran Indonesia dalam kepemimpinan BoP Gaza. "Kami ingin kepemimpinan Indonesia di BoP lebih bermakna, memiliki kekuatan, dan daya tekan yang baik," tambahnya. Dia menilai Indonesia memiliki kapasitas penting dalam upaya perdamaian di Gaza, merujuk pada sejarah panjang seperti Deklarasi Bogor 1954, Konferensi Asia Afrika 1955, dan peran sebagai pemimpin Gerakan Non-Blok.
Desakan untuk Perlindungan Warga Gaza dan Transparansi Dana
Dalam pernyataannya, Jumhur juga mendesak agar tidak terjadi serangan terhadap masyarakat Palestina, termasuk pemindahan sementara warga Gaza. Dia menekankan pentingnya dana dari pemerintah Indonesia untuk pembangunan kembali Gaza digunakan secara transparan. "Setiap rupiah yang disumbangkan harus sepenuhnya untuk kepentingan warga Gaza, dengan melibatkan pekerja lokal dalam proses rekonstruksi," tegasnya.
Jumhur menyatakan bahwa Indonesia layak memimpin BoP Gaza karena sebagai negara muslim terbesar di dunia dan pendukung utama kemerdekaan Palestina. Dia mengingatkan agar Indonesia tidak percaya pada Amerika Serikat, dengan menyebut mantan Presiden Donald Trump sebagai bagian dari masalah karena dianggap memihak Israel.
Dukungan dari Berbagai Konfederasi dan Organisasi Buruh
Pawai akbar ini didukung oleh sejumlah aliansi buruh terkemuka, antara lain:
- Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI)
- Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN)
- Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI)
- Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992
- Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (Farkes)
- Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (FSP KEP)
Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kuat dari gerakan buruh Indonesia dalam isu kemanusiaan dan politik internasional, sekaligus memperkuat suara untuk perdamaian di Timur Tengah.



