Agus Jabo Gaungkan Revolusi Ekonomi Kerakyatan untuk Menangkan Pancasila
Agus Jabo Gaungkan Revolusi Ekonomi Kerakyatan

Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Agus Jabo Priyono, menyerukan pentingnya memenangkan Pancasila melalui revolusi ekonomi kerakyatan yang berlandaskan Pasal 33 UUD 1945. Seruan itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-5 PRIMA yang juga jatuh pada Hari Lahir Pancasila.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari sikap politik PRIMA yang menegaskan dukungannya terhadap arah pembangunan nasional pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Revolusi dari Istana

"Revolusi sudah dimulai dari istana. Revolusi adalah menjebol sistem lama yang gelap gulita, membangun sistem baru yang terang benderang! Mari kita sambut dan menangkan!" ujar Agus Jabo dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Agus Jabo menegaskan arah pembangunan nasional harus kembali kepada cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Preambule UUD 1945. Ia menilai gagasan tersebut sejalan dengan ajaran Bung Karno mengenai pentingnya kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam budaya.

Pasal 33 sebagai Landasan

PRIMA menilai Pemerintahan Prabowo-Gibran telah meletakkan Pasal 33 UUD 1945 sebagai dasar arah pembangunan nasional. Pasal 33 UUD 1945 merupakan landasan konstitusional sistem perekonomian Indonesia. Hal tersebut terlihat dari berbagai program yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan dan energi, hilirisasi sumber daya alam, pembangunan industri nasional, serta penguatan sumber daya manusia.

Agus Jabo menjelaskan sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, Koperasi Desa Merah Putih, dan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi bagian dari gerakan perubahan yang bertujuan memuliakan rakyat Indonesia.

Ekonomi Pancasila

Ia mengatakan ekonomi Pancasila bukan berarti swasta sepenuhnya menguasai ekonomi dan negara. Ekonomi Pancasila juga bukan berarti negara sepenuhnya menguasai seluruh kegiatan ekonomi nasional. Sebaliknya, ekonomi Pancasila menempatkan negara, swasta, dan rakyat dalam kerja bersama untuk mengatur perekonomian demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

"Itulah ekonomi Pancasila, yang menjadi filosofi, landasan, dan bintang arah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tegasnya.

Tiga Program Ekonomi PRIMA

Dalam sikap politik tersebut, PRIMA juga menekankan untuk memperkuat tiga program ekonomi untuk mewujudkan kemakmuran rakyat, yaitu industrialisasi nasional, kedaulatan pangan dan energi, serta koperasi.

Industrialisasi Nasional

Pertama, PRIMA mendorong industrialisasi nasional sebagai pondasi kekuatan ekonomi Indonesia. Agus Jabo mendorong hilirisasi dan industrialisasi nasional harus diperkuat agar sumber daya alam dapat diolah di dalam negeri dan memberi nilai tambah bagi bangsa.

Kedaulatan Pangan dan Energi

Kedua, PRIMA menekankan pentingnya kedaulatan pangan dan energi. Agus Jabo menyebut bangsa yang bergantung pada pangan dan energi asing tidak akan pernah benar-benar merdeka. Karena itu, petani, nelayan, dan pekerja produksi pangan harus menjadi prioritas negara.

Koperasi sebagai Alat Perjuangan

Ketiga, PRIMA menempatkan koperasi sebagai alat perjuangan rakyat untuk memperkuat ekonomi nasional. Ia juga menyebut koperasi dapat menjadi instrumen penting dalam memperbaiki nasib masyarakat desa, terutama kelompok menengah ke bawah hingga miskin ekstrem.

Tantangan Revolusi

Agus Jabo mengakui jalan revolusi tidak mudah. Sebab, setiap perubahan besar akan menghadapi tantangan, perlawanan, dan berbagai narasi yang menyerang program pemerintah. Untuk itu, ia mendorong seluruh komponen bangsa agar tetap bersatu dan bekerja keras untuk memenangkan jalan perubahan tersebut.

"Kepada seluruh rakyat Indonesia, Partai PRIMA menyerukan tetap menjaga persatuan nasional dan terus menyokong Pemerintahan Prabowo-Gibran yang telah bekerja dan memulai revolusi untuk memenangkan hak rakyat Indonesia berdasarkan Pasal 33 UUD 1945," ujar Agus Jabo.

Pancasila dalam Kerja Nyata

PRIMA menekankan momentum Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bahwa Pancasila tidak cukup hanya dijadikan slogan. Agus Jabo menyebut Pancasila harus diwujudkan dalam kerja nyata, terutama melalui pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat, memperkuat kedaulatan nasional, dan mewujudkan kesejahteraan sosial.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

"Hentikan liberalisme, bangun persatuan nasional, wujudkan kesejahteraan sosial, menangkan Pancasila!" tegas Agus Jabo.

"Atas nama Ketua Umum PRIMA, saya menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa, dukungan, dan perhatian kepada PRIMA. Kami berharap dukungan tersebut menjadi kekuatan bagi PRIMA untuk terus berjuang sekeras-kerasnya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, sekaligus mendukung dan mengawal program-program pemerintahan Prabowo-Gibran," pungkasnya.

Sebagai informasi, Harlah ke-5 Partai PRIMA turut dihadiri oleh jajaran Wakil Ketua Umum PRIMA Antun Joko Susmana dan Alif Kamal, lalu Sekretaris Jenderal PRIMA R Gautama Wiranegara, dan Bendahara Umum PRIMA Achmad Herwandi.