Ade Armando Buka Suara soal Tekanan Internal PSI yang Minta Dirinya Dikeluarkan
Ade Armando Buka Suara soal Tekanan Internal PSI

Pegiat media sosial sekaligus mantan politikus PSI, Ade Armando, mulai blak-blakan mengenai alasan di balik pengunduran dirinya dari partai berlambang gajah tersebut. Pengunduran diri itu terjadi setelah ia dilaporkan atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian. Dalam wawancara eksklusif di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking pada Senin (11/5), Ade mengungkapkan bahwa sejak lama ada tekanan dari internal partai yang menginginkan dirinya dikeluarkan.

Tekanan Internal PSI

Ade mengaku sudah mendengar bisikan-bisikan dari dalam PSI yang menyatakan bahwa ia sebaiknya tidak lagi menjadi bagian dari partai. "Kalau Anda bilang ada enggak tekanan gitu ya. Sebetulnya, saya udah dengar suara-suara di dalam PSI yang mengatakan bahwa saya harus diberhentikan, dikeluarkan," ujar Ade. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada pihak yang secara langsung menyampaikan hal tersebut kepadanya.

Keberadaan Ade Dinilai Mengganggu Re-branding

Menurut Ade, ada pihak di internal partai yang menilai kehadirannya mengganggu proses re-branding PSI. Ia mencontohkan bahwa keberadaannya membuat partai dengan logo baru Gajah tersebut sulit diterima oleh pemilih muslim. "Nah itu dikatakan bahwa saya sebaiknya tidak lagi berada di PSI. Itu saya sudah dengar walaupun belum ada orang yang ngomong langsung ke saya," kata Ade. Ia juga menyebut bahwa PSI kini mulai berubah untuk memperbaiki elektabilitasnya, namun perubahan tersebut dinilai meninggalkan nilai-nilai lama seperti pluralisme dan penghargaan terhadap kebhinekaan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kasus Hukum sebagai Puncak Gunung Es

Ade menilai kasus hukum yang menjeratnya menjadi puncak gunung es yang memaksanya mundur. Ia merasa kasus tersebut akan menghambat PSI dalam meraih suara pemilih Islam. "Saya tidak ingin menyalahkan. Tapi ketika itu, PSI sendiri tidak mendukung saya jadinya. Karena tadi saya katakan, saya sudah dengar ada kalimat-kalimat Ade Armando mengganggu sekali, udah dilepasin aja," ungkapnya.

Tanggapan PSI

Menanggapi pernyataan Ade, Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, mengingatkan bahwa Ade kini bukan lagi bagian dari partai. Ia menegaskan bahwa proses hukum terhadap Ade sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bestari juga menyebut bahwa setelah Kongres di Solo, Ade tidak pernah dilibatkan dalam aktivitas kepengurusan internal partai. "Menjadi penting untuk diketahui masyarakat umum juga bahwa Armando tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan PSI pasca kongres Solo. Sekedar anggota biasa yang kebetulan pernah diberi kesempatan untuk jadi Caleg PSI," ujarnya. Bestari menyarankan Ade untuk introspeksi diri dan tidak ikut campur dalam urusan PSI ke depannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga