Ade Armando Ungkap Tuduhan Internal PSI Ganggu Rebranding Partai
Ade Armando: Ada Internal PSI Tuduh Saya Ganggu Rebranding

Pegiat media sosial Ade Armando mengungkapkan bahwa ada pihak di internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menuduhnya mengganggu proses rebranding atau pembentukan citra baru partai setelah Kongres Solo beberapa waktu lalu. Pernyataan ini disampaikan Ade setelah resmi mundur sebagai kader PSI pada 5 Mei lalu dalam jumpa pers di kantor DPP PSI, Jakarta.

Kritik dan Tuduhan Internal

Ade menyatakan bahwa ia mendengar suara-suara dari internal PSI yang mengatakan bahwa dirinya harus diberhentikan karena dianggap mengganggu rebranding partai. Menurut Ade, keberadaannya di PSI membuat partai dengan logo baru bergambar Gajah tersebut sulit diterima oleh pemilih muslim. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada pihak yang secara langsung berbicara dan meminta dirinya keluar dari partai.

Kasus Hukum sebagai Puncak Gunung Es

Ade menambahkan bahwa kasus hukum yang menjeratnya menjadi puncak gunung es yang mendorong dirinya untuk mundur dari partai. Ia menilai kasus tersebut digunakan sebagai alasan untuk menyingkirkannya karena dianggap akan menghambat partai dalam meraih suara pemilih Islam. Ade mengaku tidak ingin menyalahkan siapa pun, namun ia merasa PSI tidak mendukungnya dalam menghadapi masalah hukum tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tanggapan Ketua DPP PSI

Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, tidak membantah pernyataan Ade mengenai adanya desakan agar dirinya keluar dari partai. Namun, Bestari menilai bahwa sebagai mantan kader, Ade telah terlalu jauh ikut campur dalam urusan internal partai. Ia juga menegaskan bahwa sejak Kongres Solo, Ade tidak pernah terlibat atau masuk dalam struktur kepengurusan internal partai. Bestari menambahkan, "Kami menilai Ade Armando sudah terlalu jauh masuk ke ruang yang dia tidak berkewenangan dan dia tidak kompeten."

Pengunduran diri Ade Armando dari PSI menjadi sorotan publik, terutama setelah ia dilaporkan oleh sejumlah organisasi masyarakat atas dugaan penghapusan konten setelah mengkritik pidato Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada. Meskipun demikian, Ade tetap teguh pada keputusannya untuk mundur demi kebaikan partai dan dirinya sendiri.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga