79,9% Publik Puas Kinerja Prabowo, Istana Tegaskan Fokus Program Bukan Survei
79,9% Puas Kinerja Prabowo, Istana: Fokus Program Bukan Survei

79,9 Persen Publik Puas Kinerja Prabowo, Istana Tegaskan Fokus pada Program Nyata

Istana Kepresidenan merespons hasil survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai angka 79,9 persen. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah tidak menjadikan hasil survei sebagai target utama, melainkan berfokus pada percepatan program-program yang diyakini dapat meringankan beban masyarakat.

Pemerintah Tidak Mengejar Angka Popularitas

Dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Prasetyo Hadi menyatakan bahwa fokus pemerintahan saat ini adalah mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis. "Kami tidak mengejar hasil survei. Prioritas kami adalah bagaimana program-program seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, dan layanan kesehatan dapat segera dirasakan oleh rakyat," ujarnya.

Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo kerap menekankan pemerintah sedang berperang melawan kemiskinan, serta tantangan di sektor pendidikan dan kesehatan. Ia mengakui bahwa beberapa program memerlukan waktu untuk menunjukkan hasil yang merata, seperti renovasi sekitar 300 ribu sekolah di seluruh Indonesia yang ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Detail Hasil Survei Indikator Politik Indonesia

Survei yang dilakukan pada 15–21 Januari 2026 terhadap 1.220 responden warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun ini mengungkapkan:

  • 13 persen responden menyatakan sangat puas dengan kinerja Presiden Prabowo.
  • 66,9 persen responden menyatakan puas.
  • 17,1 persen responden kurang puas.
  • 2,2 persen responden tidak puas sama sekali.
  • 0,8 persen responden tidak tahu atau tidak menjawab.

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menilai tingkat kepuasan ini tergolong tinggi untuk ukuran seorang presiden. Bahkan, angka tersebut disebut lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada awal masa jabatan 2004 dan Presiden Joko Widodo pada awal pemerintahan 2014.

Fokus pada Program Pengentasan Kemiskinan dan Pendidikan

Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras tanpa terpengaruh oleh angka popularitas. "Kami serahkan penilaian sepenuhnya kepada masyarakat. Yang penting bagi kami adalah bagaimana program-program seperti bantuan sosial, perbaikan sekolah, dan akses kesehatan dapat berjalan optimal," katanya.

Ia juga menyebut bahwa modal dukungan elektoral yang dimiliki Presiden Prabowo turut memengaruhi tingginya tingkat kepuasan ini. Namun, hal itu tidak mengubah komitmen pemerintah untuk tetap fokus pada agenda pembangunan nasional.

Dengan demikian, meskipun survei menunjukkan hasil yang positif, Istana menekankan bahwa kinerja pemerintah akan terus diukur dari implementasi program-program nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga