Kisah Pangeran Palsu Rusia yang Mengguncang Tahta Tsar
Kisah Pangeran Palsu Rusia yang Mengguncang Tahta

Rusia pada masa pemerintahan Tsar pernah mengalami kekacauan akibat kemunculan pangeran palsu yang mengaku sebagai pewaris takhta. Kisah ini dimulai setelah kematian Fyodor I, tsar terakhir dinasti Rurik, yang digantikan oleh saudara iparnya, Boris Godunov. Saat itulah muncul seorang pria yang mengaku sebagai Dmitry Ivanovich, putra Tsar Ivan IV, yang dikenal sebagai Dmitry Palsu pertama.

Dmitry Palsu Pertama

Menurut Encyclopedia Britannica, penuntut pertama takhta itu bernama asli Grigory (Yury) Bogdanovich Otrepyev, seorang bangsawan. Ia mengklaim sebagai Pangeran Dmitry saat tinggal di Moskow pada tahun 1601-1602. Namun, ketika terancam diasingkan, ia melarikan diri ke Lithuania dan mulai menggalang dukungan pada tahun 1603 untuk merebut takhta Moskow.

Dengan bantuan bangsawan Lithuania dan Polandia serta para Yesuit, Dmitry Palsu mengumpulkan pasukan Cossack dan menyerbu Rusia pada musim gugur 1604. Meskipun pasukannya dikalahkan, ia berhasil menarik pengikut di Rusia selatan. Ketika Tsar Boris meninggal mendadak pada April 1605, tentara pemerintah beralih mendukungnya. Dmitry Palsu memasuki Moskow pada Juni 1605 dan diproklamirkan sebagai tsar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Namun, ia mengecewakan para pendukungnya karena gagal mematuhi tradisi istana Moskow. Ia lebih memihak orang Polandia dan menikahi putri bangsawan Polandia, Marina Mniszek. Pada Mei 1606, Vasily Shuysky memimpin kudeta, membunuh Dmitry Palsu pertama, dan menggantikannya sebagai tsar.

Dmitry Palsu Kedua

Rumor bahwa Dmitry selamat dari kudeta menyebar. Pada Agustus 1607, seorang penipu lain muncul di Starodub yang mengaku sebagai tsar yang digulingkan. Meskipun tidak mirip secara fisik, Dmitry Palsu kedua mengumpulkan banyak pengikut dari Cossack, Polandia, Lithuania, dan pemberontak yang melawan Shuysky. Ia menguasai Rusia selatan, bergerak menuju Moskow, dan mendirikan markas besar.

Pasukannya menghancurkan Rusia utara dan menyaingi kekuasaan Shuysky. Namun, pada musim semi 1610, Shuysky dengan bantuan Swedia berhasil mengusirnya. Dmitry Palsu kedua terus memperebutkan takhta hingga salah satu pengikutnya melukainya hingga tewas pada Desember 1610.

Dmitry Palsu Ketiga

Pada Maret 1611, seorang pria bernama Sidorka muncul di Ivangorod sebagai Dmitry Palsu ketiga. Namun, pada Mei 1612 ia dikhianati dan dieksekusi di Moskow. Peristiwa ini menandai berakhirnya era pangeran palsu yang mengguncang Rusia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga