Trump Klaim Iran dalam Keadaan Kolaps, Minta Buka Selat Hormuz
Trump Klaim Iran Kolaps, Minta Buka Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa Iran telah menyampaikan kepada pihaknya bahwa negara tersebut berada dalam kondisi kolaps dan tengah mencari solusi untuk situasi kepemimpinan mereka. Pernyataan ini disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, pada Selasa (28/4/2026) waktu setempat.

Trump: Iran Minta Buka Selat Hormuz

Dalam unggahannya, Trump menulis, "Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam 'Keadaan Kolaps'. Mereka ingin kami 'Membuka Selat Hormuz' sesegera mungkin, karena mereka mencoba mencari solusi untuk situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!). Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!"

Belum jelas bagaimana Iran menyampaikan pesan tersebut kepada AS. Pernyataan Trump ini muncul di tengah upaya untuk mengakhiri konflik yang tampaknya menemui jalan buntu. Presiden AS dilaporkan tidak puas dengan proposal terbaru dari Teheran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proposal Iran dan Kebuntuan Negosiasi

Proposal terbaru Iran untuk menyelesaikan perang disebut akan menunda pembahasan program nuklir hingga konflik berakhir dan perselisihan mengenai pengiriman barang dari Teluk diselesaikan. Sementara itu, Trump menginginkan masalah nuklir ditangani sejak awal, seperti diungkapkan seorang pejabat AS yang mengetahui pertemuan Trump dengan para penasihatnya pada Senin (27/4).

Kesepakatan nuklir Iran sebelumnya dengan AS dan negara-negara lain pada tahun 2015 secara ketat membatasi program nuklir Iran, yang selama ini dipertahankan untuk tujuan damai. Namun, kesepakatan itu batal setelah Trump menarik diri secara sepihak pada masa jabatan pertamanya.

Iran Minta Jaminan Kredibel

Sebelumnya, pemerintah Iran menegaskan pihaknya membutuhkan jaminan yang kredibel agar serangan AS dan Israel tidak terulang, sebelum dapat memastikan keamanan di kawasan Teluk yang kaya minyak. Hal ini disampaikan Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dalam sesi Dewan Keamanan PBB yang digagas Bahrain pada Senin (27/4).

Dalam pertemuan di markas besar PBB, puluhan negara mengutuk Iran karena mengambil alih kendali atas Selat Hormuz yang sangat penting. Iravani menekankan bahwa stabilitas kawasan hanya dapat dicapai jika agresi dihentikan dan ada jaminan kredibel untuk tidak ada lagi serangan di masa mendatang.

"Stabilitas dan keamanan yang langgeng di Teluk Persia dan kawasan yang lebih luas hanya dapat dicapai melalui penghentian agresi yang berkelanjutan dan permanen terhadap Iran, dilengkapi dengan jaminan yang kredibel untuk tidak terulangnya serangan dan penghormatan penuh terhadap hak dan kepentingan kedaulatan Iran yang sah," tegas Iravani.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga