SMAN 2 Kerinci berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 tingkat Provinsi Jambi. Prestasi ini membawa mereka melaju ke tingkat nasional.
Kemenangan di Tingkat Provinsi
Pada babak final yang digelar di Provinsi Jambi, SMAN 2 Kerinci berhasil mengalahkan SMAN 7 Sarolangun yang menempati posisi kedua, serta SMAN 3 Kota Jambi sebagai juara ketiga. Atas keberhasilan ini, tim dari SMAN 2 Kerinci mendapatkan medali, piala, dan uang pembinaan sebesar Rp 10 juta. Sementara itu, SMAN 7 Sarolangun dan SMAN 3 Kota Jambi masing-masing memperoleh medali, piala, serta uang pembinaan sebesar Rp 7,5 juta dan Rp 5 juta.
Antusiasme Guru Pembimbing
Keberhasilan SMAN 2 Kerinci disambut antusias oleh guru pembimbing, Mikel Oktorius. Ia mengaku tidak menyangka timnya bisa menjadi juara mengingat persaingan yang sangat ketat. Menurut Mikel, ketatnya persaingan sudah terasa sejak tingkat kabupaten, di mana peserta harus berlomba secara online.
“Tahun ini sistemnya berbeda dengan tahun lalu. Kami harus berlomba secara online, sehingga kualitas lawan tidak bisa diketahui, hanya mengira-ira saja,” ungkap Mikel dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).
Beruntung, timnya tetap tenang dan tidak gugup karena enam dari sepuluh peserta merupakan murid yang sudah pernah mengikuti lomba serupa tahun sebelumnya. Mikel berharap timnya bisa mendapat hasil maksimal saat berlomba di Jakarta nanti.
“Kami akan terus mempersiapkan diri untuk menghadapi lomba di Jakarta. Kalau tingkat provinsi saja sudah sangat ketat, apalagi di tingkat pusat,” kata Mikel.
Pesan Kepala Dinas Pendidikan
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar MY, saat membuka seleksi LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Provinsi Jambi, berharap siapapun yang menjadi pemenang dapat bertanding dengan baik, jujur, bersemangat, dan pantang menyerah. Ia menekankan bahwa para pemenang tidak hanya membawa nama sekolah atau kabupaten asal, tetapi juga nama baik Provinsi Jambi.
“Bertandinglah dengan penuh semangat, jaga kejujuran dan pantang menyerah. Semoga materi yang sudah didapat selama lomba tidak berhenti di sini saja, tetapi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Mikel.



