Israel resmi mendakwa dua personel angkatan udara (AU) atas dugaan bekerja sebagai mata-mata untuk intelijen Iran. Kedua prajurit tersebut menghadapi tuduhan serius terkait pelanggaran keamanan negara.
Dakwaan Pelanggaran Keamanan
Menurut laporan surat kabar Haaretz yang dikutip Aljazeera pada Jumat (24/4), militer Israel bersama Shin Bet (dinas intelijen internal) dan kepolisian menyatakan bahwa kedua teknisi tersebut menghadapi tuntutan pelanggaran keamanan berat. Mereka dituduh membantu musuh dan mengirimkan informasi sensitif kepada agen asing.
Peran Masing-masing Prajurit
Salah satu prajurit didakwa melakukan kontak langsung dengan agen asing. Sementara itu, prajurit lainnya dituduh memfasilitasi terjadinya kontak tersebut. Pihak berwenang mengungkapkan bahwa keduanya sempat memutus hubungan dengan pengendali asal Iran setelah menolak menjalankan tugas-tugas terkait persenjataan. Namun, mereka kemudian mencoba membangun kembali komunikasi setelah hubungan diputus oleh pihak Iran.
Penyerahan Materi Militer
Kementerian Pertahanan Israel menyatakan bahwa salah satu prajurit menyerahkan materi pelatihan militer yang berkaitan dengan sistem jet tempur kepada agen Iran. Selain itu, ia juga memberikan rekaman instalasi dan area di sebuah pangkalan militer. Tindakan ini dinilai sangat membahayakan keamanan nasional Israel.
Kasus ini menjadi sorotan tajam di tengah ketegangan hubungan Israel-Iran yang terus memanas. Pemerintah Israel menegaskan akan menindak tegas setiap upaya spionase yang mengancam keamanan negara.



