Kronologi Prajurit TNI Ngamuk di Warung Hingga Tertusuk, Begini Versi TNI AD
Prajurit TNI Ngamuk di Warung Berujung Penusukan

Jakarta - Viral di media sosial video seorang pria mengamuk dan merusak warung kelontong di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Pria yang mengenakan helm putih tersebut diketahui merupakan anggota TNI AD berpangkat Sertu berinisial AW. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono angkat bicara terkait insiden yang ramai diperbincangkan tersebut.

Kronologi Kejadian

Dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (6/5/2026), Kadispenad membenarkan telah terjadi keributan antara prajurit TNI AD dan warga sipil di lokasi. Peristiwa berawal dari kesalahpahaman antara anggota TNI dan seorang ibu penjaga warung saat transaksi pembelian rokok. Anggota TNI hendak membayar menggunakan QRIS karena tidak membawa uang tunai. Penjaga toko menjelaskan bahwa penggunaan QRIS dikenakan biaya tambahan sebesar Rp1.000. Anggota TNI mempertanyakan biaya tambahan tersebut, dan percakapan berujung pada cekcok mulut.

Situasi memanas ketika anggota TNI memukul wanita penjaga toko. Meski sempat dilerai oleh warga, ia justru semakin beringas. Dalam video yang beredar, terdengar suara wanita yang meminta agar tidak membawa-bawa profesi dan melakukan ancaman. Anggota TNI kemudian mengambil tabung elpiji 3 kg dan menghantamkannya berkali-kali ke etalase warung hingga rusak.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Anggota TNI Alami Luka Tusuk

Di tengah keributan, anggota TNI tersebut justru mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung. Kadispenad mengonfirmasi bahwa prajurit TNI AD mengalami luka tusuk dan saat ini sedang menjalani perawatan medis di RS Hermina Kemayoran. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada potongan video yang beredar dan menunggu informasi lengkap dari pihak berwenang.

Proses Hukum dan Situasi Terkini

Kadispenad menegaskan bahwa setiap prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Polres Jakarta Pusat. Pihak TNI AD terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memastikan penanganan berjalan baik. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan sudah aman dan kondusif.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga