Prabowo Ungkap Banyak Menteri Masuk RS Akibat Bekerja Keras
Prabowo: Banyak Menteri Masuk RS karena Kerja Keras (17.05.2026)

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sejumlah menteri dalam Kabinet Merah Putih mengalami sakit hingga harus dirawat di rumah sakit. Pernyataan tersebut disampaikan saat beliau meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Prabowo Absen Menteri yang Hadir

Dalam sambutannya, Prabowo melakukan absensi terhadap para anggota kabinet yang hadir, termasuk COO Danantara, Dony Oskaria. "Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Saudara Dony Oskaria. Ada? Oh enggak hadir. Coba, catat," ujar Prabowo. Beliau pun berseloroh agar Dony menghadapnya.

Prabowo menjelaskan bahwa ada dua alasan mengapa seorang menteri diminta menghadap dirinya: melaporkan capaian atau prestasi, atau karena adanya masalah. "Nanti menghadap saya. Menghadap, enggak dapat bonus. Jadi, menghadap itu ada dua macam. Kalau prestasi menghadap, nah, kalau ada masalah menghadap juga, gitu," tuturnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menteri Bekerja Keras hingga Dirawat

Presiden Prabowo memahami bahwa para menterinya telah bekerja keras untuk rakyat dan negara. Bahkan, beban kerja yang tinggi menyebabkan beberapa menteri harus dirawat di rumah sakit. "Tapi enggak, pasti dia sibuk, mengatur-mengatur, orang kerja keras. Saking kerja kerasnya, masuk rumah sakit dia, ya. Berapa minggu di rumah sakit," tutur Prabowo.

"Ini menteri-menteri saya banyak masuk rumah sakit, karena kerjanya keras," sambungnya. Pernyataan ini menunjukkan dedikasi tinggi para menteri dalam menjalankan tugas negara, meskipun harus mengorbankan kesehatan.

Apresiasi atas Kinerja Kabinet

Meskipun banyak menteri yang jatuh sakit, Prabowo tetap mengapresiasi kerja keras mereka. Beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan, namun tetap mengakui bahwa pengabdian kepada negara memerlukan pengorbanan yang besar.

Acara peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat. Museum ini didirikan untuk mengenang perjuangan Ibu Marsinah, seorang aktivis buruh yang gugur dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Dengan adanya pernyataan ini, publik semakin memahami betapa beratnya tanggung jawab yang diemban oleh para menteri dalam Kabinet Prabowo. Diharapkan ke depannya, kesejahteraan dan kesehatan para pejabat negara juga menjadi perhatian utama.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga