Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali pada Minggu Pagi, Kolom Abu Capai 700 Meter
Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu 700 Meter

Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) mengalami erupsi sebanyak tiga kali pada Minggu (17/5) pagi. Tiga letusan berturut-turut terjadi dengan tinggi kolom abu yang bervariasi, menurut laporan resmi dari petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru.

Detail Erupsi Pertama

Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.37 WIB. Kolom letusan teramati setinggi sekitar 500 meter di atas puncak atau mencapai 4.176 mdpl. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan bergerak ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 189 detik.

Erupsi Kedua dan Ketiga

Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 07.44 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak (4.176 mdpl). Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi 118 detik. Erupsi ketiga terjadi pada pukul 07.46 WIB, hanya dua menit setelah erupsi kedua, dengan kolom letusan mencapai 700 meter di atas puncak (4.376 mdpl). Kolom abu berwarna putih hingga kelabu, intensitas tebal ke arah utara dan barat laut, terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 138 detik.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Status Siaga dan Rekomendasi

Gunung Semeru saat ini berada pada status Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi ketat. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.

Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. PVMBG juga mengimbau kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga