Komisi V DPR Desak Investigasi Menyeluruh Atas Antrean Panjang Pemudik di Pelabuhan Gilimanuk
Ketua Komisi V DPR, Lasarus, secara tegas menyoroti insiden antrean panjang yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, yang mengakibatkan 17 pemudik tumbang. Ia menegaskan bahwa terdapat kesalahan dalam penanganan pengendalian situasi bagi para pemudik di lokasi tersebut.
"Jelas ini ada yang salah dalam penanganan pengendalian situasi bagi pemudik di lokasi Pelabuhan Gilimanuk ini," tegas Lasarus saat dihubungi pada Senin, 16 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa pemerintah harus serius merespons kejadian ini, mengingat tugas pemerintah adalah melayani masyarakat di pelabuhan.
Dorongan untuk Investigasi dan Pencegahan
Lebih lanjut, Lasarus mendorong dilakukannya investigasi mendalam atas tumpukan pemudik tersebut. Tujuannya adalah untuk mengurai penyebab masalah sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali, baik di Pelabuhan Gilimanuk maupun di lokasi lain.
"Harusnya ini jadi pelajaran, untuk tahu masalahnya, perlu diinvestigasi untuk mengurai penyebabnya apa, sehingga kejadian itu tidak terjadi, supaya tidak berulang di tempat lain," ujar dia. Aktivitas penyeberangan dan layanan operasional kapal di Pelabuhan Gilimanuk dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry, sehingga peran perusahaan ini juga menjadi sorotan.
Permintaan Maaf dan Langkah Antisipasi dari ASDP
Menanggapi insiden ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyampaikan permintaan maaf atas kepadatan arus pengangkutan penumpang yang hendak menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.
"ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa," kata Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, seperti dilansir Antara pada hari yang sama. Sebagai langkah antisipasi, Dermaga III Pelabuhan Ketapang telah memberlakukan pola penuh 'tiba bongkar berangkat' (TBB) bagi kapal perbantuan.
Penerapan pola TBB ini dimulai pada 15 Maret 2026, dengan tujuan untuk mengurai kepadatan dan antrean pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, serta mempercepat layanan penyeberangan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang, terutama dalam menghadapi arus mudik Lebaran yang padat.
