Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, dengan tegas membantah laporan yang menyebutkan adanya kemungkinan kesepakatan antara Teheran dan Washington untuk mengakhiri ketegangan di Selat Hormuz. Dalam pernyataannya, Qalibaf menyebut kabar tersebut sebagai berita palsu dan bagian dari operasi psikologis Amerika Serikat setelah kegagalan operasi militernya di kawasan tersebut.
Pernyataan Qalibaf di Media Sosial
Melalui akun X miliknya pada Kamis (7/5/2026), Qalibaf menuliskan sindiran tajam terhadap AS. "Operation Trust Me Bro gagal. Sekarang kembali ke rutinitas dengan Operation Fauxios," tulisnya, sebagaimana dilansir Kantor berita Tasnim. Ungkapan ini merujuk pada laporan media AS, Axios, yang mengklaim adanya pengaturan atau kesepakatan baru antara Iran dan Amerika Serikat terkait situasi di Selat Hormuz.
Latar Belakang Ketegangan
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia yang menjadi titik rawan konflik antara Iran dan AS. Selama ini, kedua negara kerap terlibat dalam ketegangan militer dan diplomasi di kawasan tersebut. Qalibaf menegaskan bahwa Iran tidak akan terpengaruh oleh apa yang disebutnya sebagai propaganda AS.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya spekulasi mengenai kemungkinan perubahan kebijakan AS terhadap Iran. Namun, Qalibaf dengan tegas menolak anggapan bahwa Iran sedang bernegosiasi di bawah tekanan. Ia menekankan bahwa Iran tetap pada posisinya dan tidak akan menyerah pada taktik psikologis AS.
Reaksi terhadap Laporan Axios
Laporan Axios sebelumnya menyebutkan bahwa ada indikasi awal menuju kesepakatan antara Iran dan AS untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz. Namun, Qalibaf langsung membantahnya dengan menyebut laporan tersebut tidak berdasar. Ia menambahkan bahwa AS hanya ingin mengalihkan perhatian dari kegagalan militernya di Timur Tengah.
Para analis menilai bahwa pernyataan Qalibaf menunjukkan sikap keras Iran terhadap AS, terutama menjelang kemungkinan berakhirnya perang di kawasan. Meskipun demikian, belum ada konfirmasi resmi dari pihak AS mengenai klaim tersebut.
Dengan demikian, situasi di Selat Hormuz tetap menjadi perhatian internasional, dan pernyataan Qalibaf semakin mempertegas posisi Iran yang tidak akan mudah berkompromi dengan AS.



