Habiburokhman dan Adian Napitupulu Nostalgia Debat 'Ada-Nggak Ada' di DPR
Habiburokhman-Adian Nostalgia Debat 'Ada-Nggak Ada' di DPR

Habiburokhman dan Adian Napitupulu Nostalgia Debat 'Ada-Nggak Ada' di Paripurna DPR

Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Habiburokhman dan Adian Napitupulu, sempat terlibat dalam momen nostalgia yang menghangatkan suasana di Rapat Paripurna DPR RI. Keduanya mengulang debat sengit 'ada vs nggak ada' yang pernah mewarnai Pilpres 2024, kali ini dengan gaya guyonan yang akrab.

Momen Akrab di Kompleks Parlemen Senayan

Pertemuan terjadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (10/3/2026). Setelah dua tahun berlalu sejak Pilpres 2024, Habiburokhman dan Adian Napitupulu—dalam suasana penuh keakraban—mereka ulang debat panas tersebut. Momen ini direkam dan diunggah oleh Habiburokhman di akun Instagram pribadinya, menarik perhatian sejumlah anggota DPR lain, termasuk Ahmad Sahroni, yang menyaksikan dari belakang.

Dalam video yang viral, terlihat percakapan ringan namun sarat makna. "Jadi ada nggak nih?" tanya Habiburokhman dengan senyum. Adian Napitupulu langsung menanggapi, "Sudah, sudah kelar dong utang-piutang." Namun, Habiburokhman bersikeras, "Ada nggak ada dulu," memicu tawa dan gelak canda di sekitar mereka.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kilas Balik Debat Sengit Pilpres 2024

Debat 'ada vs nggak ada' ini awalnya terjadi dalam acara stasiun televisi selama masa Pilpres 2024, di mana kedua politisi ini beradu argumen dengan panas. Dalam nostalgia tersebut, mereka mengulang dialog khas: "Ada nggak," kata Habiburokhman, dijawab Adian dengan tegas, "Nggak ada." Percakapan berlanjut dengan balas-membalas hingga Adian menyahut, "Yang penting utang kelar," disambut tawa riuh anggota DPR yang hadir.

Habiburokhman, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR RI, mengonfirmasi bahwa dirinya dan Adian memiliki latar belakang yang sama sebagai aktivis. "Kami sama-sama aktivis 98 yang kebetulan lagi nyamar jadi anggota DPR," ujarnya dengan nada bercanda. Dia menegaskan bahwa meski bersahabat lama, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam dinamika demokrasi.

Persahabatan dan Perbedaan Pendapat dalam Demokrasi

Dalam wawancara, Habiburokhman menjelaskan bahwa persahabatan mereka telah terjalin sejak lama, dan mereka dikenal sangat kompak. Namun, untuk beberapa hal, beda pendapat dianggap sebagai bagian alami dari proses politik. "Kami bersahabat sudah lama banget, sebenarnya kami kompak banget tapi untuk beberapa hal beda pendapat ya boleh aja kan," katanya.

Dia menambahkan, "Kami saling menghormati perjuangan masing-masing. Ini demokrasi ala aktivis," menekankan bahwa nilai-nilai aktivisme tetap hidup dalam peran mereka sebagai anggota legislatif. Momen ini tidak hanya menunjukkan sisi humanis dari politisi, tetapi juga mengingatkan publik tentang pentingnya dialog sehat dalam kehidupan berdemokrasi.

Dengan nostalgia ini, Habiburokhman dan Adian Napitupulu membuktikan bahwa di balik perdebatan sengit, tali persahabatan dan saling menghargai dapat tetap terjaga, menjadi contoh positif bagi dunia politik Indonesia yang sering diwarnai ketegangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga