Habib Aboe Bakar Menangis dan Minta Maaf ke Ulama Madura atas Pernyataan Narkoba
Habib Aboe Bakar Minta Maaf ke Ulama Madura, Menangis di MKD

Habib Aboe Bakar Menangis Saat Minta Maaf ke Ulama Madura atas Pernyataan Narkoba

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, secara terbuka meminta maaf kepada seluruh ulama di Madura. Permintaan maaf ini disampaikan setelah ia dipanggil oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR terkait pernyataannya soal narkoba yang dinilai menyinggung.

Dalam kesempatan itu, Habib Aboe Bakar tampak emosional dan menitikkan air mata. Ia mengakui kesalahan dalam penyampaian pernyataannya yang dianggap terlalu menggeneralisasi kondisi di Madura.

Permintaan Maaf yang Dilandasi Tangis

"Saya harus mengatakan saya minta maaf," ujar Habib Aboe Bakar dengan suara bergetar. Ia menyebut secara spesifik wilayah-wilayah di Madura seperti Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Pamekasan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Legislator tersebut menjelaskan bahwa permintaan maafnya datang dari hati yang paling dalam. "Minta maaf yang dalam karena, menurut saya, memang bahasa saya terlalu globalisir dan salah. Sekali lagi saya minta maaf," katanya sambil terus menahan tangis.

Konteks Pernyataan yang Menimbulkan Kontroversi

Habib Aboe Bakar menegaskan bahwa pernyataannya selama rapat kerja dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) disampaikan dalam konteks keprihatinan. Ia ingin mengingatkan tentang bahaya peredaran narkoba di Indonesia.

"Saya memahami bahwa narasi yang berkembang dapat menimbulkan persepsi seolah-olah saya menyudutkan ulama dan pesantren," ujarnya. "Untuk itu, saya menegaskan sekali, tidak ada niat sedikit pun saya untuk menghina atau menyudutkan para ulama."

Ia menambahkan bahwa para ulama Madura adalah guru-guru yang sangat dihormati dan dicintainya. Pernyataannya di rapat BNN dimaksudkan sebagai bentuk peringatan agar narkoba tidak masuk ke wilayah pesantren dan masyarakat.

Komitmen untuk Lebih Berhati-hati

Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi Habib Aboe Bakar. Ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik.

"Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih berbaik hati dan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan," ungkapnya. "Saya berkomitmen untuk terus menjaga etika, kehormatan, dan marwah sebagai anggota DPR RI."

Panggilan MKD kepada Habib Aboe Bakar berasal dari potongan video pernyataannya yang viral. Meski telah meminta maaf, insiden ini menyisakan catatan penting tentang sensitivitas dalam berkomunikasi, terutama bagi publik figur yang mewakili rakyat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga