Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan respons positif terhadap aspirasi para Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) seluruh Indonesia mengenai jadwal pelaksanaan Muktamar NU. Usulan untuk menggelar Muktamar pada akhir Juli atau paling lambat awal Agustus 2026 dinilai sejalan dengan keputusan rapat pleno PBNU serta kebijakan Rais Aam PBNU.
Dukungan terhadap Aspirasi PWNU
Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (29/4/2026), Gus Ipul menyatakan bahwa apa yang disuarakan oleh forum Ketua PWNU se-Indonesia pada prinsipnya tidak bertentangan dengan hasil rapat pleno dan kebijakan Rais Aam. Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik permintaan para Ketua PWNU tersebut.
Sebelumnya, pada Senin (27/4), para Ketua PWNU se-Indonesia menggelar pertemuan di Jakarta. Dalam forum itu, mereka menyuarakan agar Muktamar NU dilaksanakan pada akhir Juli atau paling lambat awal Agustus 2026, sesuai dengan keputusan rapat pleno PBNU yang digelar pada 29 Januari 2026.
Persiapan Muktamar
Gus Ipul yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Muktamar menjelaskan bahwa PBNU saat ini terus mematangkan berbagai persiapan menuju Muktamar. Panitia kecil yang telah dibentuk tengah bekerja keras untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan mekanisme organisasi.
“Panitia kecil sedang bekerja keras menuju Muktamar Agustus. Alhamdulillah, susunan kepanitiaan Munas Konbes, sekaligus Muktamar sudah dituntaskan,” terangnya.
Tim Panel untuk SK Kepengurusan
Lebih lanjut, Gus Ipul menambahkan bahwa PBNU juga telah membentuk tim panel khusus untuk menangani persoalan surat keputusan (SK) kepengurusan. Tim tersebut diketuai oleh Prof. Mohammad Nuh dengan sekretaris Amin Said Husni.
“Untuk masalah SK kepengurusan, saat ini sudah ada tim panel yang diketuai Prof Mohammad Nuh dan sekretaris Amin Said Husni. Tim ini bekerja sesuai mandat organisasi untuk menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan SK kepengurusan,” tambahnya.
Komitmen Transparansi dan Ketertiban
Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh proses persiapan Muktamar akan dilakukan dengan tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan organisasi. PBNU berkomitmen untuk memastikan forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama itu berjalan dengan baik dan membawa kemaslahatan bagi jam'iyah.
“Kita ingin semua proses berjalan tertib, sesuai mekanisme organisasi, dan membawa kemaslahatan bagi jam'iyah. Muktamar adalah forum besar NU, sehingga persiapannya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya.



