DPR Dorong Dialog Selesaikan Sengketa Laut China Selatan demi Stabilitas ASEAN
DPR Dorong Dialog Selesaikan Sengketa Laut China Selatan

Anggota DPR RI Rachmat Gobel mendorong penyelesaian sengketa Laut China Selatan (LCS) melalui jalur dialog antarnegara. Menurutnya, perdamaian di kawasan penting untuk menjaga stabilitas ASEAN, termasuk sektor perdagangan. Saat ini, negosiasi Code of Conduct (COC) Laut China Selatan antara ASEAN dan China terus berlangsung untuk meredam ketegangan dan menjaga stabilitas kawasan. Atas dorongan keketuaan ASEAN, pembahasan COC telah memasuki tahap second reading.

Pentingnya Code of Conduct (COC)

COC merupakan pedoman tata perilaku yang disusun ASEAN dan China untuk mengelola sengketa wilayah di Laut China Selatan agar tidak memicu eskalasi militer. Sengketa tersebut melibatkan China, Taiwan, serta empat negara ASEAN, yakni Brunei, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

"Sebagai negara sahabat, kami di Indonesia mendorong agar penyelesaian konflik Laut China Selatan bisa menggunakan jalur-jalur dialog," kata Gobel di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Gobel menilai perundingan COC perlu mengedepankan semangat kekeluargaan. "Apalagi mayoritas merupakan sesama negara satu rumpun dan memiliki budaya yang hampir sama. Kami berharap negara-negara yang terlibat dapat mengedepankan semangat kekeluargaan dalam negosiasi COC," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peran Filipina dan Optimisme Penyelesaian

Menurut laporan media kawasan, Filipina selaku Ketua ASEAN 2026 terus mendorong penyelesaian COC bersama China sebagai kontribusi ASEAN bagi perdamaian, stabilitas, dan keamanan maritim global. Dalam wawancara dengan The Straits Times, Menteri Luar Negeri Filipina Ma. Theresa Lazaro menyebut penyelesaian COC penting bukan hanya bagi negara-negara yang bersengketa, tetapi juga bagi komunitas internasional. Dia menilai perkembangan di Selat Hormuz menunjukkan rentannya rantai pasok global terhadap gangguan di jalur pelayaran strategis sehingga ASEAN perlu mencegah munculnya kerawanan serupa di kawasan. Meski demikian, Lazaro tetap optimistis COC dapat diselesaikan tahun ini.

Gobel sependapat dengan optimisme tersebut. Menurutnya, menjaga perdamaian di Laut China Selatan sama artinya dengan menjaga stabilitas ASEAN. "Di tengah dinamika geopolitik di Timur Tengah yang masih memicu gejolak ekonomi global, termasuk di ASEAN, penyelesaian konflik LCS menjadi kepentingan bersama kawasan Asia Tenggara," ujarnya.

Putusan Arbitrase Belum Efektif

Gobel juga menilai putusan Mahkamah Arbitrase pada 2016 belum mampu menyelesaikan sengketa secara efektif. Karena itu, dia memandang perundingan COC menjadi momentum penting untuk mencari solusi yang dapat diterima semua pihak. "Putusan arbitrase sudah lama dan belum berhasil menyelesaikan masalah ini. Maka idealnya penyelesaian masalah LCS dilakukan dengan diplomasi langsung antarnegara yang terlibat," katanya.

Dialog dan Kerja Sama G2G

Menurut Gobel, dialog, kerja sama, maupun mekanisme bilateral antarpemerintah (government to government/G2G) akan lebih efektif membangun suasana kondusif bagi negosiasi. "Kita adalah bangsa-bangsa yang menjunjung nilai kekeluargaan. Mengedepankan budaya ketimuran dapat membuka jalan menuju perdamaian dibanding langkah-langkah yang terlalu formal dan simbolik," ujarnya.

Stabilitas ASEAN bagi Ekonomi Kawasan

Gobel menilai stabilitas ASEAN sangat penting bagi perekonomian kawasan. "Di saat konflik Timur Tengah terus menggerus perekonomian global, perdamaian kawasan dapat menjadi kekuatan ASEAN. Dengan begitu pertumbuhan ekonomi kawasan tetap terjaga, perdagangan antarnegara berjalan sehat, dan pada akhirnya membawa kemakmuran bagi masyarakat ASEAN, termasuk Indonesia," ucapnya.

Peran Strategis Indonesia

Meski tidak menjadi pihak dalam sengketa, Gobel menilai Indonesia tetap memiliki peran strategis. "Indonesia melalui berbagai upaya terus membantu dengan mempromosikan dialog perdamaian dalam konflik LCS. Bila diperlukan, Indonesia juga dapat menjembatani negara-negara ASEAN dan China untuk mencari titik temu terbaik dalam menyelesaikan sengketa Laut China Selatan," tutup Gobel.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga