DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Koordinasi untuk Pemulihan Pascabencana Sumatera
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengadakan rapat bersama pemerintah pada Rabu, 18 Februari 2026. Rapat ini difokuskan pada percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang melanda wilayah Sumatera, dengan tujuan memulihkan roda pemerintahan sebelum bulan Ramadan.
Lokasi dan Peserta Rapat
Rapat digelar di Ruang Nusantara IV DPR, yang terletak di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Acara ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dengan kehadiran para wakil ketua lainnya, termasuk Cucun Ahmad Syamsurizal dan Saan Mustopa.
Dari pihak pemerintah, hadir sejumlah pejabat tinggi, antara lain:
- Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian
- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
- Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin
- Menteri Sosial, Saifullah Yusuf
- Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo
- Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Mauarar Sirait
- Menteri Agama, Nasaruddin Umar
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti
- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman
- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti
Selain itu, hadir pula perwakilan dari Komisi X DPR, seperti Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudin, Wakil Ketua Komisi X Lalu Hadrian, MY Esti Wiajayati, serta Anggota Komisi XIII DPR Rieke Diah Pitaloka.
Agenda dan Target Pemulihan
Dasco menjelaskan bahwa agenda utama rapat ini adalah penanganan pascabencana di Sumatera. Dia mengungkapkan bahwa dalam rapat sebelumnya, DPR dan pemerintah telah menetapkan target agar roda pemerintahan di daerah terdampak dapat pulih sebelum Ramadan dimulai.
"Dalam rapat koordinasi penanganan pasca banjir bandang Aceh tanggal 10 Januari 2026, ada beberapa kesimpulan awal, yaitu yang pertama bahwa kita targetkan sebelum bulan puasa roda pemerintahan di seluruh daerah Aceh sudah berjalan," kata Dasco. "Dan alhamdulillah, kita monitor bahwa sudah tinggal sedikit yang masih tersendat jalannya," tambahnya.
Kemajuan dalam Pemulihan
Dasco juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memantau normalisasi sungai dan infrastruktur di daerah-daerah yang sebelumnya terisolir. Saat ini, menurutnya, tidak ada lagi daerah yang terisolir, khususnya di Aceh, meskipun medan yang dihadapi cukup berat.
"Walaupun medannya berat, tetapi sudah tidak ada daerah terisolir dan normalisasi sungai terus berjalan sampai saat ini," ujarnya.
Selain itu, rapat ini membahas progres penyediaan hunian sementara dan pembersihan lingkungan di wilayah terdampak bencana. Dasco menekankan pentingnya mendengarkan laporan kemajuan kerja dalam hal ini untuk memastikan pemulihan berjalan sesuai rencana.
Rapat ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan DPR dan pemerintah dalam menangani dampak bencana di Sumatera, dengan fokus pada rehabilitasi yang cepat dan efektif untuk mendukung masyarakat terdampak.



