Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura
Kabar duka datang dari dunia bisnis Indonesia. Michael Bambang Hartono, pemimpin PT Djarum, meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026 di Singapura. Almarhum menghembuskan napas terakhir pada pukul 13.15 waktu setempat dalam usia 86 tahun.
Konfirmasi dari Keluarga dan Perusahaan
Corporate Communication Senior Manager Grup Djarum, Budi Darmawan, secara resmi mengonfirmasi kabar duka ini. "Keluarga Besar PT Djarum berduka cita mendalam atas wafatnya Pimpinan Kami, Pak Michael Bambang Hartono," ujar Budi kepada media. Hingga saat ini, penyebab wafat dan rencana pemakaman masih dalam pembahasan keluarga.
Gaya Hidup Sederhana Orang Terkaya Indonesia
Meski tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai Rp216,72 triliun menurut Forbes 2021, Bambang Hartono dikenal dengan gaya hidup yang sangat sederhana. Sosok yang bersama adiknya Robert Budi Hartono membangun kerajaan bisnis meliputi Djarum, BCA, properti, elektronik, dan perkebunan ini justru lebih nyaman dengan kehidupan yang apa adanya.
Hobi Makan di Warung dan Trik Penyamaran Unik
Yang membuatnya istimewa adalah kesukaannya makan di warung-warung sederhana. "Dia mengaku memang suka jajan di pinggir jalan," seperti dikutip dari berbagai sumber. Namun, popularitasnya sebagai atlet bridge nasional yang meraih perunggu di Asian Games 2018 membuatnya mudah dikenali masyarakat.
Untuk tetap bisa menikmati makanan warung favoritnya, Bambang Hartono melakukan penyamaran kreatif. Dia bercerita harus memakai wig (rambut palsu) dan brengis (jenggot palsu) saat keluar rumah agar tidak dikenali. "Cuma aku payahnya apa, kalau sekarang mau jalan-jalan ke pinggir jalan enggak bisa. Terpaksa pake wig sama brengis," selorohnya dalam sebuah wawancara.
Kehidupan Pribadi yang Menghindari Sorotan
Bambang Hartono mengaku lebih nyaman ketika belum terkenal. "Dulu enggak ada yang mengenali," kenangnya. Suatu ketika, saat menginap di Fairmont hotel, dia langsung dikenali saat membuka pintu. "Pak Bambang ya? Mati aku," candanya menggambarkan betapa dia lebih suka hidup tanpa perhatian berlebihan.
Warisan dan Kontribusi
Kepergian Michael Bambang Hartono menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar PT Djarum dan dunia usaha Indonesia. Almarhum dikenal sebagai sosok penting dalam perjalanan perusahaan serta memiliki kontribusi signifikan dalam berbagai sektor bisnis nasional. Kesederhanaan dan kerendahan hatinya tetap menjadi teladan meski memiliki harta berlimpah.



