Pemprov DKI Tata 445 RW Kumuh, Bantaran Rel Jadi Prioritas Utama
Pemprov DKI Tata 445 RW Kumuh, Bantaran Rel Prioritas

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menata sebanyak 445 Rukun Warga yang masih berstatus kumuh. Kawasan di sepanjang bantaran rel kereta api menjadi prioritas utama dalam program penataan ini.

Target Penataan Bertahap Hingga 2027

Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengungkapkan bahwa penataan ini merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Pemerintah Provinsi DKI menargetkan seluruh RW kumuh dapat ditata secara bertahap.

"Pemprov menargetkan penataan seluruh RW kumuh, total sekitar 445 RW, dengan 284 RW sudah ditangani hingga 2024. Target tambahan penataan 55 RW pada 2025, dan rampung secara bertahap hingga 2027," kata Chico saat dihubungi pada Senin, 27 April 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Bantaran Rel Jadi Prioritas Keselamatan

Penataan bantaran rel menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan warga. Kawasan tersebut tidak hanya rawan kecelakaan kereta api, tetapi juga rentan terhadap risiko lingkungan. Pemerintah Provinsi DKI mendukung langkah pemerintah pusat dalam menyediakan hunian layak bagi warga bantaran rel, termasuk di kawasan Senen.

Chico menyebut program ini merupakan terobosan untuk mengurangi kawasan kumuh sekaligus menyediakan hunian yang lebih layak bagi masyarakat.

Dukungan Infrastruktur dan Layanan Publik

Pemerintah Provinsi DKI juga menyiapkan sejumlah rumah susun sebagai opsi relokasi sementara tambahan, berlokasi di Nagrak, Rorotan, dan PIK Pulogadung. Selain itu, akses air bersih melalui PAM Jaya, layanan kesehatan, pendidikan, dan transportasi umum juga disiapkan.

"Dinas terkait akan memastikan akses layanan kesehatan dan pendidikan bagi warga. Sementara untuk transportasi, akan diintegrasikan agar mobilitas warga tetap terjaga," ujarnya.

Dampak pada Ketertiban Kota

Chico menambahkan bahwa penataan kawasan bantaran rel tidak hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga ketertiban kota. Lahan negara yang sebelumnya ditempati secara tidak resmi dapat dikembalikan fungsinya.

"Ini bagian dari upaya mewujudkan Jakarta yang lebih aman, tertata, dan layak huni bagi seluruh warganya," tutupnya.

Dukungan Pemerintah Pusat

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyatakan bahwa 324 unit rumah untuk warga bantaran rel kereta api Pasar Senen, Jakarta Pusat, tengah disiapkan. Sementara itu, 800 unit tambahan akan menyusul untuk warga di lokasi tersebut.

"Kemudian juga atas arahan Presiden Prabowo, hasil beliau turun ke lapangan dua minggu lalu di daerah Senen, itu sudah mulai dibangun di kawasan Jalan Kramat. Itu saya bersama Pak Donny (Danantara), arahan Pak Rosan juga sekitar 300 rumah di kawasan Senen," kata Ara seusai rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 6 April 2026.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga