Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi menetapkan Vietnam sebagai negara dengan tingkat kekhawatiran tertinggi dalam hal perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI). Keputusan ini diumumkan melalui laporan tahunan Special 301 Report yang dirilis oleh Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) pada Kamis, 30 April 2026.
Status Priority Foreign Country
Dalam laporan tersebut, Vietnam disebut sebagai Priority Foreign Country (PFC), yaitu kategori negara yang dinilai memiliki praktik, kebijakan, atau tindakan terkait HKI yang paling merugikan produk-produk AS. Status ini merupakan level kekhawatiran tertinggi yang dapat diberikan oleh USTR.
Implikasi Penetapan Status
Dengan ditetapkannya Vietnam sebagai PFC, maka terbuka peluang bagi AS untuk melakukan penyelidikan dagang baru terhadap negara tersebut. Langkah ini dapat berujung pada sanksi perdagangan atau tekanan diplomatik lebih lanjut guna mendorong perbaikan sistem perlindungan HKI di Vietnam.
Penetapan status PFC ini merupakan bagian dari upaya AS untuk melindungi kepentingan ekonomi dan inovasi produk-produknya di pasar global. Vietnam, yang selama ini menjadi mitra dagang penting AS, kini harus menghadapi konsekuensi dari lemahnya penegakan hukum HKI di dalam negeri.



