Rachmat Gobel, politikus senior Partai NasDem yang menjabat Wakil Ketua DPR RI, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Rumah Sakit Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan. Kabar duka ini dibenarkan pihak keluarga melalui akun Instagram resmi.
"Dengan penuh keikhlasan dan rasa duka yang mendalam, kami, Keluarga Besar Bpk. Rachmat Gobel, menyampaikan kabar bahwa: Bpk. Rachmat Gobel telah berpulang ke rahmatullah pada hari Jumat (10/06/2026), pukul 03:20 WIB, di RS. Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan," tulis pengumuman duka tersebut.
Pihak keluarga besar Rachmat Gobel memohon doa agar Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Perjalanan Politik dan Bisnis Rachmat Gobel
Lahir di Gorontalo pada 3 September 1962, Rachmat Gobel dikenal sebagai pengusaha sekaligus politisi sukses. Dalam karier politiknya, ia mencapai dua puncak posisi: Menteri Perdagangan di era Presiden Joko Widodo dan Wakil Ketua DPR RI dari Partai NasDem. Pada Pemilu 2019, ia memperoleh 146.067 suara dari total 721.032 suara di Provinsi Gorontalo, mengantarkannya menjadi anggota Fraksi NasDem DPR RI periode 2019-2024. Di tingkat nasional, ia sempat menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Timnas AMIN pada Pilpres 2024 dan Ketua Tim Pemenangan Daerah di Gorontalo. Pada periode 2024–2029, ia kembali terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Gorontalo dan bertugas di Komisi VI DPR RI hingga akhir hayatnya.
Rachmat merupakan anak kelima dari pasangan Drs H Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel. Sejak muda, ia dididik menjadi pewaris dan pemimpin Kelompok Usaha Gobel. Berbagai posisi di perusahaan dijalaninya, mulai dari tukang sapu pabrik saat SMP hingga posisi manajerial. Pada usia 24 tahun, ia meraih gelar sarjana jurusan Perdagangan Internasional di Chuo University, Tokyo, Jepang, lalu praktik kerja di Matsushita Group dekat Osaka. Pada 1989, ia kembali ke Jakarta dan bergabung dengan Kelompok Usaha Gobel sebagai Asisten Presiden Direktur di PT National Gobel (kini PT Panasonic Manufacturing Indonesia).
Menurut Rachmat, rahasia sukses bisnisnya adalah membangun kualitas sumber daya manusia (SDM), bukan produk. "Kita harus memanusiakan manusia," ujarnya, seperti dikutip dari laman NasDem. Filosofi ini mendorongnya terjun langsung ke masyarakat, terutama di bidang olahraga. Ia sukses sebagai Ketua Harian Pencak Silat dan mempromosikan olahraga itu ke Eropa dan Afrika hingga diakui sebagai cabang olahraga mendunia. Ia juga menjadi Ketua Harian Panitia Penyelenggara SEA Games XI Indonesia (INASOC).
Gelar 'Ti Bulilango Hunggia' dari Gorontalo
Di tanah kelahirannya, Gorontalo, Rachmat Gobel sangat dicintai dan dihormati masyarakat. Atas prestasinya di berbagai bidang, masyarakat Gorontalo memberinya gelar Ti Bulilango Hunggia yang berarti 'Pemberi Cahaya Negeri'. Rachmat Gobel menjadi pewujud harapan masyarakat Gorontalo.
Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim menyebut bahwa Rachmat Gobel meninggal secara mendadak, mengingat sehari sebelumnya masih sempat berdiskusi. Jenazah rencananya akan dimakamkan di Gorontalo.



