Hubungan Trump-Meloni Kian Renggang, Foto G7 Picu Perseteruan Baru
Trump-Meloni Renggang, Foto G7 Picu Perselisihan

Hubungan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, yang semula erat kini mengalami keretakan. Perseteruan terbaru dipicu oleh pernyataan Trump yang menyebut Meloni 'mengemis' untuk berfoto bersama di KTT G7 di Prancis, serta perbedaan sikap terkait konflik AS-Israel dengan Iran.

Awal Hubungan yang Hangat

Meloni dan Trump memulai hubungan dengan baik. Keduanya memiliki kesamaan ideologi, terutama dalam isu pembatasan migrasi dan nilai-nilai tradisional. Beberapa minggu sebelum pelantikan Trump pada Januari 2025, Meloni mengunjungi Trump di Mar-a-Lago. Kunjungan itu disebutnya 'melampaui ekspektasi'. Meloni saat itu mengatakan, 'Ini adalah kesempatan untuk mengukuhkan hubungan yang menjanjikan akan sangat solid.' Trump pun berulang kali memuji Meloni sebagai sosok yang 'fantastis, luar biasa, cantik, dan seorang teman'.

Meloni menjadi satu-satunya pemimpin Eropa yang diundang menghadiri pelantikan Trump untuk masa jabatan kedua sebagai Presiden AS pada 2025, menurut laporan Reuters.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Keretakan Akibat Perang Iran

Satu setengah tahun kemudian, hubungan mulai memburuk. Perang yang dimulai AS dan Israel terhadap Iran mengubah sikap Meloni. Ketika Trump menyerang Paus Leo atas kritiknya terhadap konflik tersebut, Meloni membela Paus dan menyebut sikap Trump 'tidak dapat diterima'. Lebih lanjut, Meloni menolak mengizinkan penggunaan pangkalan Italia di Sisilia untuk pesawat militer AS yang membawa senjata ke Iran, dengan alasan AS tidak mengikuti prosedur yang diperlukan.

Pengamat politik dari Policy Sonar, Francesco Galietti, menilai Meloni mungkin mendapat keuntungan domestik karena menentang Trump yang tidak populer di Italia. Namun, ia berisiko kehilangan salah satu pilar narasi politiknya menjelang pemilihan tahun depan. Trump kemudian mengkritik Meloni dan Italia sebagai kegagalan membantu AS dalam konflik dengan Iran. Sebagian besar pemimpin Eropa memang berusaha tidak ikut campur.

Perseteruan Gegara Foto di KTT G7

Perselisihan terbaru dipicu pernyataan Trump dalam wawancara dengan stasiun televisi Italia La7. Trump mengklaim Meloni telah 'mengemis' kepadanya untuk berfoto di KTT G7 di Prancis dan ia menurutinya karena merasa kasihan. 'Dia memohon kepada saya untuk berfoto dengannya. Dia sangat ingin berfoto dengan saya. Saya tidak akan melakukannya, tetapi saya merasa kasihan padanya,' kata Trump.

Meloni langsung membantah dalam sebuah video tajam yang diunggah Jumat pagi. 'Pernyataan Donald Trump sepenuhnya dibuat-buat. Terus terang, saya terkejut. Saya tidak tahu mengapa presiden Amerika Serikat berperilaku seperti ini terhadap sekutunya sendiri, dan ini bukan pertama kalinya,' katanya. 'Saya hanya bisa mengatakan bahwa sangat disayangkan dia tidak memiliki tekad yang sama terhadap musuh-musuh Barat, terhadap musuh-musuh Amerika Serikat, terhadap kepemimpinan yang justru tampak jauh lebih akomodatif baginya. Tetapi Anda harus ingat satu hal: Italia dan saya tidak pernah mengemis,' sambung Meloni.

Trump kembali menyerang di media sosial, menulis bahwa Meloni 'berulang kali meminta untuk berfoto bersama saya selama pertemuan G-7 di Prancis. Popularitasnya di Italia menurun, mungkin karena ia menolak Amerika Serikat, negara yang benar-benar mencintai dan melindungi Italia, ketika menyangkut upaya mencegah Iran memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir (tetapi NATO juga melakukan hal yang sama).'

Meloni menepis dengan menyatakan ucapan Trump tidak masuk akal dan menyarankan Trump fokus pada popularitasnya sendiri. 'Presiden Trump, serangan terus-menerus dan tidak beralasan ini tidak masuk akal,' tulis Meloni di Facebook Sabtu malam. Ia menambahkan bahwa persahabatannya dengan Trump tidak pernah berkontribusi pada popularitasnya. 'Bagaimanapun, popularitas saya bukanlah urusan Anda. Saya sarankan Anda fokus pada popularitas Anda sendiri,' lanjutnya.

Meloni menegaskan popularitasnya bertahan karena 'kemampuannya untuk membela kepentingan nasional Italia', termasuk penolakan akses AS ke pangkalan militer Italia awal tahun ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga