KOMPAS.com - Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menilai anggaran sebesar Rp 14 triliun yang disediakan pemerintah untuk revitalisasi sekolah tidak mencukupi kebutuhan. Menurutnya, dengan target revitalisasi sebanyak 71.744 sekolah, setiap sekolah hanya mendapatkan alokasi sekitar Rp 197 juta.
Anggaran Minim untuk Revitalisasi
Ubaid menyatakan bahwa angka Rp 197 juta per sekolah sangat minim. Ia menjelaskan bahwa dana sebesar itu biasanya hanya cukup untuk mengecat ulang bangunan dan memperbaiki beberapa ruang kelas yang mengalami kerusakan ringan. Hal ini disampaikan Ubaid kepada Kompas.com pada Senin (15/6/2026).
Dampak Keterbatasan Anggaran
Dengan keterbatasan anggaran, banyak sekolah yang membutuhkan renovasi besar tidak dapat tertangani secara optimal. Ubaid menekankan bahwa revitalisasi sekolah seharusnya mencakup perbaikan infrastruktur yang lebih komprehensif, seperti perbaikan atap, sanitasi, dan fasilitas pendukung lainnya. Namun, dengan dana yang ada, sekolah hanya mampu melakukan perbaikan kosmetik.
- Anggaran revitalisasi: Rp 14 triliun
- Target sekolah: 71.744 unit
- Rata-rata per sekolah: Rp 197 juta
Ubaid berharap pemerintah dapat meninjau kembali besaran anggaran revitalisasi agar kualitas pendidikan di Indonesia semakin baik. Ia juga mendorong transparansi dalam penggunaan dana agar tepat sasaran.



