Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang Berlangsung 9 Jam, 95 Personel Dikerahkan
Kebakaran Pabrik Sandal Tangerang 9 Jam, 95 Personel Dikerahkan

Kebakaran hebat melanda pabrik sandal milik PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, pada Minggu (21/6) malam. Api mulai berkobar sekitar pukul 22.31 WIB dan hingga Senin (22/6) pagi pukul 07.32 WIB proses pemadaman masih berlangsung, total sekitar 9 jam.

Kronologi dan Respons Awal

Informasi pertama diterima petugas dari Pos Belendung dan langsung ditindaklanjuti oleh UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Korban Batuceper. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, menyatakan bahwa petugas tiba di lokasi sekitar pukul 22.45 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas. “Kami menerima laporan sekitar pukul 22.31 WIB dan segera mengerahkan personel serta armada ke lokasi. Saat ini seluruh unsur yang terlibat masih fokus melakukan upaya pemadaman agar api dapat segera dikendalikan,” kata Andia.

Personel dan Armada Dikerahkan

BPBD Kota Tangerang mengerahkan 95 personel pemadam kebakaran ke lokasi. Selain itu, proses penanganan juga didukung dua personel Koramil, enam personel Dinas Kesehatan, serta 30 relawan. Sebanyak 19 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan dalam operasi tersebut. Petugas juga mendapat dukungan satu unit kendaraan Koramil 01 Tangerang dan satu unit ambulans dari Dinas Kesehatan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tantangan Pemadaman

Besarnya kobaran api membuat beberapa titik bangunan pabrik ambruk. Menurut Andia, material yang berada di dalam area pabrik seperti karet dan bahan kimia menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman sehingga petugas menerapkan strategi pemadaman secara bertahap. “Fokus kami saat ini adalah melakukan pemadaman secara maksimal dan memastikan api tidak merambat ke area sekitar. Keselamatan petugas dan masyarakat juga menjadi prioritas dalam penanganan kejadian ini,” ujarnya.

Upaya Pendinginan dan Imbauan

Petugas juga melakukan proses pendinginan di sejumlah titik yang dinilai rawan untuk mencegah munculnya kembali titik api setelah kobaran utama berhasil dikendalikan. Hingga saat ini belum ada laporan korban luka maupun korban jiwa akibat kebakaran tersebut. Nilai kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. “Alhamdulillah sampai saat ini belum ada laporan korban. Kami tetap berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan kondisi di lapangan aman dan terkendali,” ucap Andia. BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kebakaran agar tidak menghambat akses petugas dan kendaraan operasional selama proses pemadaman berlangsung.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga