Trump Bersumpah Dapatkan Uranium Iran, Mojtaba Khamenei Menolak
Trump Bersumpah Dapatkan Uranium Iran, Mojtaba Khamenei Menolak

Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus memanas terkait pasokan uranium. Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei sama-sama bersikeras mengenai pengayaan uranium.

Lima Syarat AS untuk Iran

Pemerintah AS sebelumnya menetapkan lima syarat utama untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. Syarat-syarat tersebut mencakup pembatasan fasilitas nuklir Teheran dan penyerahan pasokan uranium Iran kepada AS.

Dilansir dari Anadolu Agency, persyaratan AS itu diungkap oleh kantor berita Iran, Fars News Agency, dalam laporannya pada Minggu (17/5) waktu setempat. Salah satu syarat yang ditetapkan AS adalah hanya mengizinkan satu fasilitas nuklir Iran untuk tetap beroperasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Empat syarat lainnya meliputi penolakan membayar kompensasi terkait perang, tuntutan transfer 400 kilogram uranium Iran ke AS, penahanan pelepasan 25 persen aset Iran yang dibekukan di luar negeri, dan menjadikan penghentian perang di semua front sebagai hasil negosiasi.

Lima Syarat Iran untuk AS

Iran juga menetapkan lima syarat yang harus dipenuhi untuk perundingan damai dengan AS. Persyaratan Teheran diungkap oleh seorang sumber yang mengetahui informasi tersebut, dikutip oleh Fars News Agency.

Lima syarat Iran mencakup mengakhiri perang di semua front, terutama Lebanon, mencabut sanksi, melepaskan aset Iran yang dibekukan, memberikan kompensasi atas kerusakan perang, dan pengakuan hak kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.

Trump Bersumpah Dapatkan Uranium

Trump bersumpah bahwa Washington akan mendapatkan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran, meskipun Teheran berulang kali menegaskan tidak akan menyerahkan material tersebut. "Kita akan mendapatkan uranium yang sangat diperkaya; kita akan mendapatkannya," tegas Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Jumat (22/5).

"Kita akan mendapatkannya. Kita tidak membutuhkannya, kita tidak menginginkannya. Kita mungkin akan menghancurkannya setelah mendapatkannya, tetapi kita tidak akan membiarkan mereka memilikinya," ucap Presiden AS itu. Iran diyakini memiliki sekitar 900 pon pasokan uranium yang sangat diperkaya, yang menurut Trump telah terkubur usai bombardir AS dan Israel hampir setahun yang lalu.

Memperoleh pasokan uranium itu merupakan bagian dari tujuan utama Trump dalam perang yang dikobarkan AS dan Israel melawan Iran. Saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (22/5) waktu setempat, Trump kembali menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. "Saat ini, kita sedang bernegosiasi, dan kita akan melihat, tetapi kita akan mendapatkannya dengan cara apa pun. Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir," kata Trump.

Mojtaba Khamenei: Uranium Harus Tetap di Iran

Mojtaba Khamenei dalam arahan terbarunya menegaskan bahwa uranium diperkaya yang nyaris mencapai level senjata tidak seharusnya dikirimkan ke luar negeri. Arahan itu, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Jumat (22/5/2026), disampaikan oleh dua sumber senior Iran yang enggan disebut namanya.

Arahan Mojtaba ini mempertegas sikap Teheran terhadap salah satu tuntutan utama AS dalam perundingan damai yang dimediasi oleh Pakistan. Perintah Mojtaba itu bisa semakin membuat frustrasi Presiden AS Donald Trump dan mempersulit perundingan untuk mengakhiri perang yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu.

"Arahan pemimpin tertinggi, dan konsensus di dalam pemerintahan, adalah agar pasokan uranium yang diperkaya tidak boleh meninggalkan negara ini," ungkap salah satu dari dua sumber senior Iran, yang menolak disebut namanya karena sensitivitas masalah ini. Para pejabat tinggi Iran, menurut kedua sumber senior tersebut, meyakini bahwa pengiriman uranium diperkaya itu ke luar negeri akan membuat Teheran lebih rentan terhadap serangan AS dan Israel di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga