Pemandangan kontras kembali terlihat pada musim penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini. Di satu sisi, sejumlah sekolah negeri hanya mendapatkan dua hingga tiga siswa baru, sementara di sisi lain, sekolah-sekolah favorit dibanjiri pendaftar hingga calon murid harus mengantre panjang demi mendapatkan kursi.
Fenomena Sepi Peminat di Sekolah Negeri
Kondisi ini bukan sekadar masalah pergeseran jumlah penduduk atau demografi. Menurut pengamat pendidikan, fenomena ini merupakan sinyal kuat bahwa orang tua zaman sekarang semakin selektif dalam memilih sekolah untuk anak-anak mereka.
"Orang tua tidak lagi sekadar mencari sekolah negeri karena murah atau dekat. Mereka mempertimbangkan kualitas guru, fasilitas, dan reputasi sekolah," ujar seorang pakar pendidikan yang enggan disebutkan namanya.
Dampak pada Mutu Pendidikan
Ketimpangan jumlah siswa ini berpotensi menimbulkan masalah baru. Sekolah yang kekurangan siswa terancam kekurangan dana operasional, sementara sekolah favorit harus berinovasi untuk menampung lonjakan pendaftar. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah untuk meratakan kualitas pendidikan agar tidak terjadi kesenjangan yang semakin lebar.



