Sekolah Negeri Sepi Peminat, Ini Sinyal Orang Tua Makin Selektif
Sekolah Negeri Sepi Peminat, Orang Tua Makin Selektif

Pemandangan kontras kembali terlihat pada musim penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini. Di satu sisi, sejumlah sekolah negeri hanya mendapatkan dua hingga tiga siswa baru, sementara di sisi lain, sekolah-sekolah favorit dibanjiri pendaftar hingga calon murid harus mengantre panjang demi mendapatkan kursi.

Fenomena Sepi Peminat di Sekolah Negeri

Kondisi ini bukan sekadar masalah pergeseran jumlah penduduk atau demografi. Menurut pengamat pendidikan, fenomena ini merupakan sinyal kuat bahwa orang tua zaman sekarang semakin selektif dalam memilih sekolah untuk anak-anak mereka.

"Orang tua tidak lagi sekadar mencari sekolah negeri karena murah atau dekat. Mereka mempertimbangkan kualitas guru, fasilitas, dan reputasi sekolah," ujar seorang pakar pendidikan yang enggan disebutkan namanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak pada Mutu Pendidikan

Ketimpangan jumlah siswa ini berpotensi menimbulkan masalah baru. Sekolah yang kekurangan siswa terancam kekurangan dana operasional, sementara sekolah favorit harus berinovasi untuk menampung lonjakan pendaftar. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah untuk meratakan kualitas pendidikan agar tidak terjadi kesenjangan yang semakin lebar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga