Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menjelaskan bahwa buku berjudul 'Presiden Solusi: Problem Solving Ala Prabowo Subianto' dirancang sebagai bacaan populer untuk membantu masyarakat memahami berbagai persoalan bangsa dan solusi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Qodari, buku tersebut tidak disusun sebagai kajian akademik yang panjang dan mendalam, melainkan sebagai bacaan ringkas dan mudah dipahami publik dengan merangkum berbagai kebijakan serta terobosan pemerintah dalam menjawab persoalan masyarakat.
Peluncuran Buku Presiden Solusi
Qodari menyampaikan hal tersebut saat peluncuran buku Presiden Solusi di University Club, Jakarta Selatan, Senin 8 Juni 2026. "Buku itu ditujukan untuk populer, kalau untuk edisi lengkapnya atau argumentasi lengkapnya baca buku Strategi Transformasi Bangsa," ujar Qodari. Buku ini ditulis Qodari bersama Asisten Khusus Presiden RI Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra. Buku tersebut mendokumentasikan sedikitnya 108 kebijakan dan terobosan pemerintahan Presiden Prabowo selama sekitar 18 bulan pertama masa kepemimpinan. "Berbagai kebijakan tersebut mencakup sektor pangan, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, ekonomi, pertanian, perikanan, industrialisasi, hingga digitalisasi," papar Qodari.
Contoh Program yang Sudah Berjalan
Qodari mencontohkan sejumlah program yang telah berjalan dan dicatat dalam buku tersebut, antara lain kemajuan menuju swasembada pangan, pelaksanaan Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin, hingga pembangunan Kampung Nelayan di berbagai daerah. "Publik tahu bahwa Presiden datang membawa solusi bagi masalah-masalah yang dirasakan oleh masyarakat secara keseluruhan baik di bidang pendidikan, kesehatan, bidang ekonomi, bidang pertanian, bidang perikanan dan segala macam permasalahan yang ada dan dihadapi oleh bangsa ini," kata dia. Penyusunan buku ini berangkat dari pengalaman tim penulis dalam mengolah data, informasi, serta mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat berikut solusi yang telah dihadirkan pemerintah. "Saya pernah di KSP, kemudian di Bakom itu bekerja sama erat dengan Pak Yuza, dengan Pak Agung dalam mengolah data, mengolah informasi, mengidentifikasi masalah-masalah dan mencatat solusi-solusi yang dibuat oleh Presiden," ucap Qodari.
Menurut Qodari, Presiden Prabowo memiliki pendekatan kepemimpinan yang berorientasi pada penyelesaian persoalan secara menyeluruh dan mendasar. Berbagai kebijakan yang lahir selama sekitar satu setengah tahun pertama pemerintahan merupakan respons terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di berbagai sektor. "Presiden kita ini kan hadir untuk masyarakat untuk menjawab persoalan-persoalan bangsa. Bahkan lebih jauh lagi Presiden Prabowo ini melihat persoalan itu bukan hanya di permukaan tapi sampai sangat fundamental, termasuk masalah-masalah yang mungkin selama ini diabaikan atau bahkan tidak terlihat oleh sebagian orang," kata Qodari.
Pemetaan Sistematis Berbagai Kebijakan
Qodari menambahkan bahwa berbagai persoalan beserta solusi yang telah dijalankan pemerintah perlu dicatat dan disampaikan kepada masyarakat dalam format yang sederhana agar lebih mudah dipahami publik maupun media. "Dan permasalahan-permasalahan itu berikut solusinya dalam satu setengah tahun ini kita rasa perlu untuk dicatat, untuk diketahui oleh masyarakat sekaligus juga untuk memberikan gambaran secara mudah bagi publik, bagi media mengenai masalah-masalah apa saja yang muncul dan kemudian diberikan jawabannya," tutup dia. Sementara itu, Asisten Khusus Presiden RI Dirgayuza Setiawan mengatakan, buku tersebut disusun untuk memetakan secara sistematis berbagai kebijakan yang telah dijalankan Presiden Prabowo, sekaligus memberikan gambaran yang lebih utuh kepada publik mengenai capaian pemerintahan. Menurutnya, banyaknya program yang diluncurkan dalam waktu relatif singkat mencerminkan semangat Presiden untuk menghadirkan manfaat yang dapat segera dirasakan masyarakat. "Nah jadi kami mencoba memetakan dan ternyata ada 108 solusi yang sudah dihadirkan oleh Bapak Presiden. Dan memang satu prinsip lagi yang saya merasa perlu kita ceritakan ya Pak Qodari, bapak kita ini, Bapak Presiden kita merasa semua harus di-deliver secepat-cepatnya karena rakyat nggak bisa menunggu," terang dia. "Rakyat membutuhkan makan hari ini, rakyat membutuhkan pupuk hari ini, rakyat membutuhkan kemudahan hari ini juga. Sekolah-sekolah perlu di-deliver secepat mungkin. Oleh karena itu itu menjawab kenapa baru 18 bulan sudah begitu banyak solusi yang disampaikan," sambung Dirgayuza.
Format Buku yang Dipilih
Dirgayuza menambahkan, format buku dipilih agar publik lebih mudah memahami berbagai kebijakan yang telah dijalankan pemerintah. Ia menilai derasnya arus informasi di media sosial membuat banyak capaian pemerintah tidak terdokumentasikan secara utuh. "Nah kenapa formatnya buku? Karena saking banyaknya inovasi kebijakan publik yang dilakukan oleh Bapak Presiden dan kapasitas media sosial yang semakin hari semakin sempit dari sisi apa yang bisa disampaikan, publik ini sepertinya lost track. Bahkan mungkin pejabat-pejabat di lingkungan kabinet pun lost track Bapak Presiden sudah melakukan apa aja," ucap dia. Lebih lanjut, Dirgayuza menegaskan, buku tersebut disusun dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat, dengan menampilkan persoalan yang dihadapi, solusi yang dihadirkan pemerintah, serta data pendukung yang relevan. "Jadi kami mencoba menyampaikan ini semudah mungkin di dalam buku ini, ini bukan buku kebijakan publik pada umumnya, tidak ada teori-teori di sini, langsung apa yang dipermasalahkan dan apa yang disolusi oleh Presiden satu per satu before-after-nya dan juga data-data statistik yang mendukung," jelas Dirgayuza.
Kemudian, Asisten Khusus Presiden RI Agung Gumilar Saputra menyampaikan, buku Presiden Solusi dirancang agar mudah dipahami oleh masyarakat luas. "Saya kira tidak terlalu banyak yang ingin saya tambahkan. Silakan dilihat sendiri. Buku ini kami desain dan kami rancang supaya mudah dipahami," ucap dia. Agung menegaskan pentingnya melihat berbagai kebijakan dan capaian pemerintah berdasarkan data dan fakta yang utuh. "Ini jangan sampai fakta tertutup oleh opini. Jadi harus melihat secara keseluruhan. Buku ini bisa didownload dan kami terbuka terhadap masukan-masukan yang tentunya akan membangun lebih baik lagi," pungkas Agung.



