5 Berita Internasional: Netanyahu Puji Pencegatan Kapal Bantuan Gaza, Iran Ancam AS
Netanyahu Puji Pencegatan Kapal Gaza, Iran Ancam AS

Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji aksi pasukan Tel Aviv yang mencegat kapal-kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan untuk Gaza. Sementara itu, penasihat senior pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa Teheran akan memaksa Amerika Serikat untuk mundur dan menyerah. Berikut adalah lima berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom pada Selasa (19/5/2026).

Diserang Israel, Global Sumud Flotilla Bawa Bantuan dan Susu Bayi

Armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuduh pasukan Israel menyerang dan mencegat kapal-kapal yang mengangkut bantuan untuk Gaza di perairan internasional. Sedikitnya 100 aktivis dari berbagai negara, termasuk Indonesia, ditahan oleh pasukan militer Tel Aviv yang menaiki kapal-kapal tersebut. Insiden ini terjadi saat Global Sumud Flotilla sedang menjalankan misi terbaru untuk menembus blokade yang diberlakukan Israel terhadap Jalur Gaza sejak tahun 2007. Misi serupa telah dicegat Israel bulan lalu. Armada itu terdiri atas lebih dari 50 kapal yang berlayar sejak Kamis (14/5) pekan lalu dari distrik Marmaris di perairan Mediterania di Turki. Kapal-kapal tersebut membawa bantuan kemanusiaan dan bantuan darurat, termasuk susu formula untuk bayi, bagi penduduk Gaza yang dilanda krisis kemanusiaan akibat gempuran Israel sejak Oktober 2023.

Netanyahu Bilang 'Rencana Jahat' Digagalkan saat Kapal Bantuan Gaza Dicegat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji aksi pasukan Angkatan Laut Tel Aviv dalam mencegat kapal-kapal armada Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Netanyahu menyebut pencegatan itu telah menggagalkan "rencana jahat" untuk menerobos blokade terhadap Gaza. "Saya meyakini Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa... dan pada intinya telah menggagalkan rencana jahat yang dirancang untuk melanggar blokade yang telah kita terapkan terhadap teroris Hamas di Gaza," kata Netanyahu kepada komandan militer yang memimpin pencegatan kapal-kapal tersebut, seperti dilansir AFP. "Anda melaksanakannya dengan sangat sukses... dan tentu saja dengan jauh sedikit gembar-gembor daripada yang diantisipasi musuh-musuh kita... Lanjutkan hingga akhir," ucap PM Israel itu dalam rekaman video yang dirilis kantornya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Iran Ajukan Proposal Terbaru Lewat Pakistan untuk Akhiri Perang dengan AS

Iran telah menyampaikan proposal terbaru mereka untuk mengakhiri perang kepada Amerika Serikat melalui mediator Pakistan. Proposal terbaru Teheran ini disebut berisi persyaratan yang tampak serupa dengan proposal sebelumnya yang ditolak keras oleh Presiden AS Donald Trump. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan dalam konferensi pers bahwa respons Teheran terhadap proposal terbaru Washington telah "disampaikan kepada pihak Amerika melalui mediator Pakistan." Baghaei menyatakan bahwa tuntutan Iran terhadap AS mencakup pencairan aset-asetnya yang dibekukan di luar negeri dan pencabutan sanksi-sanksi.

Erdogan Kecam Serangan Israel ke Global Sumud Flotilla: Pembajakan!

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam langkah pasukan Israel menyerang armada kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Erdogan menggambarkan serangan Israel itu sebagai "pembajakan dan perampokan." Dalam pernyataannya, Erdogan menyerukan komunitas internasional untuk merespons apa yang disebutnya sebagai "tindakan melanggar hukum" oleh Israel. Berbicara setelah rapat kabinet di Ankara, Erdogan mengatakan bahwa pencegatan dan serangan Israel yang menargetkan misi kemanusiaan itu tidak akan melemahkan solidaritas global dengan Palestina atau upaya menegakkan keadilan bagi Gaza.

Trump Batalkan Serangan Usai Dibujuk Negara Teluk, Iran Bilang Gini

Penasihat senior untuk pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa Teheran akan memaksa Amerika Serikat untuk mundur dan menyerah. Penegasan itu disampaikan Rezaei setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya telah membatalkan serangan skala besar terhadap Iran atas permintaan negara-negara Teluk. Rezaei, mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran, menertawakan pendekatan AS yang dinilainya tidak konsisten dan pengecut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga