Mensos Gus Ipul: Lulusan Sekolah Rakyat Tak Boleh Berhenti di SMA
Mensos Gus Ipul: Lulusan Sekolah Rakyat Tak Boleh Berhenti

Gus Ipul Dorong Lulusan Sekolah Rakyat Terus Berdaya

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan harapannya agar siswa Sekolah Rakyat tetap berdaya setelah lulus SMA. Ia menekankan bahwa lulusan tidak boleh berhenti di jenjang SMA, melainkan harus melanjutkan ke perguruan tinggi atau menjadi pekerja terampil.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 bagi siswa baru di Sekolah Rakyat permanen Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Selasa (14/7/2026).

Pilihan Setelah Lulus: Kuliah atau Kerja Terampil

“Lebih-lebih kalau ingin jadi pekerja terampil di luar negeri. Disiapkan, diperkuat bahasanya. Jadi nanti lulusannya seperti ini, tidak boleh lulus SMA berhenti. Mau kuliah atau mau menjadi pekerja terampil,” kata Gus Ipul dikutip dari laman resmi Kemensos, Kamis (16/7/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat dirancang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Ia ingin para siswa tidak hanya lulus SMA, tetapi memiliki keterampilan yang memadai untuk bersaing di pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri. Pemerintah akan menyiapkan program penguatan bahasa asing bagi siswa yang berminat bekerja di luar negeri.

MPLS di Sekolah Rakyat Sragen

Pembukaan MPLS di Kabupaten Sragen ini menjadi momentum awal tahun ajaran baru bagi Sekolah Rakyat yang telah memiliki fasilitas permanen. Gus Ipul berharap kegiatan ini dapat memotivasi siswa untuk meraih cita-cita setinggi mungkin. “Jangan puas hanya sampai SMA. Teruslah belajar dan tingkatkan kemampuan,” pesannya.

Dengan adanya Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang mandiri dan berkontribusi pada pembangunan nasional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga