Menhut Bangun Sistem Merit untuk Cetak SDM Kehutanan Berkualitas
Menhut Bangun Sistem Merit untuk SDM Kehutanan

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) kehutanan nasional melalui pembangunan sistem merit yang objektif. Hal ini disampaikan dalam pelantikan pejabat manajerial dan nonmanajerial serta pengambilan sumpah ASN di lingkungan Kementerian Kehutanan, Rabu (8/7).

“(Kami) berusaha untuk membuat talent pool yang objektif, yang didasarkan kepada merit-based, didasarkan kepada kapasitas seseorang, kinerja seseorang, bukan latar belakang suku, agama, atau dia dari mana,” kata Raja Antoni seperti dikutip Antara, Kamis (9/7).

Fondasi Reformasi Birokrasi

Menurut Menhut, sistem merit menjadi fondasi reformasi birokrasi di Kementerian Kehutanan. Promosi dan pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN) harus didasarkan pada kapasitas, kompetensi, dan kinerja, bukan kedekatan maupun latar belakang tertentu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

“Saya sedang terus berusaha semaksimal mungkin untuk membangun sistem merit, meritokrasi di kementerian ini,” ujar dia. “Sistem ini memang belum sempurna. Tetapi saya berharap ini menjadi legacy saya bersama Pak Wakil Menteri (Wakil Menteri Kehutanan Rochmat Marzuki). Di mana nanti saya ingin kawan-kawan, adik-adik sekalian yang bekerja dengan baik, tanpa perlu kenal menteri dan wamen, tetapi tercatat secara digital melalui platform yang kita punya, yang bisa diakses oleh semua,” katanya menambahkan.

Perubahan Budaya Kerja

Menhut Raja Antoni menekankan bahwa reformasi birokrasi tidak hanya berkaitan dengan perubahan struktur organisasi, tetapi juga perubahan budaya kerja. Ia menyebut proses tersebut tidak selalu berjalan mudah dan berpotensi menimbulkan gejolak.

“Kalian adalah bagian paling penting dari proses perubahan ini. Mari terus bekerja menata kementerian agar semakin baik, menjaga kelestarian hutan, pembangunan tetap berjalan, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” ujar dia.

Selain itu, ia mendorong seluruh ASN untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pembelajaran, baik formal maupun nonformal. Kemenhut akan terus memperkuat pengembangan SDM, termasuk membuka peluang pendidikan dan beasiswa guna menyiapkan generasi pemimpin kehutanan di masa depan.

“Jangan pernah berhenti belajar. Belajar bukan hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga dari pimpinan, rekan kerja, maupun bawahan. Saya sendiri sebagai menteri tidak pernah berhenti belajar agar setiap keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan pemahaman yang utuh,” katanya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga