KOMPAS.com - Banyak pekerja kelas menengah di Indonesia menemui kesulitan untuk bertahan hidup. Kelompok ini rentan menyusut karena sulitnya akses untuk berkembang. Kelas menengah hidup dengan kondisi serba sulit, di mana gaji yang didapat tidak sesuai dengan pendidikan dan keterampilan yang dimiliki. Selain itu, mereka juga tidak mendapat akses subsidi dari program pemerintah.
Bank Dunia Soroti Kondisi Kelas Menengah
Bank Dunia mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih bertahan di kisaran lima persen ternyata belum mampu membantu pekerja kelas menengah untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Kelas menengah menjadi kelompok yang paling terdampak oleh situasi ini.
Prospek Ekonomi Belum Cukup Kuat
Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan dinilai belum cukup untuk memperkuat kelas menengah. Tanpa adanya perbaikan signifikan, kelompok ini diperkirakan akan terus mengalami tekanan ekonomi.
- Gaji tidak sesuai dengan pendidikan dan keterampilan
- Akses terbatas terhadap subsidi pemerintah
- Pertumbuhan ekonomi 5% belum cukup mendongkrak kesejahteraan
Kondisi ini menunjukkan perlunya kebijakan yang lebih berpihak pada kelas menengah agar mereka dapat bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi global.



