Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Ajang Kreativitas Pemuda Jakarta (AKPJ) 2026.
AKPJ 2026: Wadah Kreativitas Pemuda Jakarta
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah, menyatakan bahwa AKPJ 2026 merupakan agenda tahunan yang digelar secara berjenjang, mulai dari tingkat kota/kabupaten hingga provinsi. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan pemuda yang inovatif, kreatif, dan mampu membangun jaringan di berbagai bidang.
“Tujuan dari kegiatan ini pastinya kami menginginkan pemuda-pemuda yang memiliki inovasi, kreativitas tinggi, dan yang lebih penting lagi membangun networking dengan segala bidang,” ujar Andri saat menghadiri peluncuran AKPJ 2026 di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (20/6/2026).
Dalam AKPJ 2026, digelar kompetisi dengan sejumlah kategori, antara lain vokal solo, fashion design, desain grafis, monolog, band, tari kreasi Betawi, modern dance, dan cosplay. Andri berharap kegiatan ini mampu menggali potensi positif generasi muda Jakarta sehingga mereka dapat menjadi pelopor, agen perubahan, sekaligus penggerak pembangunan di lingkungan masing-masing.
Final AKPJ 2026 tingkat Provinsi DKI Jakarta dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang, setelah seluruh rangkaian seleksi di lima wilayah kota selesai dilaksanakan.
Kreativitas sebagai Kunci Menghadapi Tantangan Ekonomi
Hal senada disampaikan Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pemuda dan Olahraga, Dicky Soemarno. Menurutnya, kreativitas menjadi hal penting yang harus dimiliki pemuda Jakarta. Ia menegaskan bahwa sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, ibu kota perlu mengedepankan konsep creative financing yang bertumpu pada inovasi dan kreativitas masyarakat.
“Dalam situasi seperti ini, seperti arahan Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur, Jakarta harus mampu berdiri sendiri dan beliau juga selalu mengedepankan creative financing. Artinya, kreativitas menjadi nomor satu di Jakarta,” kata Dicky.
Ia berharap AKPJ 2026 dapat menjadi stimulus bagi pemuda Jakarta untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Dicky menambahkan bahwa kondisi ekonomi yang penuh tantangan menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan berpikir kreatif dan berinovasi. Dengan demikian, mereka dapat menciptakan peluang baru bagi perkembangan karier maupun kehidupan.
“Situasi ekonomi seperti ini, jadi pemuda-pemuda Jakarta diminta mampu berpikir, bekerja, dan berkreativitas agar perkembangan hidup mereka bisa lebih baik ke depannya,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dicky mengapresiasi langkah Dispora DKI Jakarta yang terus menghadirkan ruang pengembangan diri bagi anak muda melalui AKPJ. Menurutnya, Dispora telah menjalankan tanggung jawabnya dengan memberikan embrio bagi pemuda untuk berkembang, khususnya di Jakarta.



