Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk Sabtu, 18 Juli 2026. Sebanyak 15 provinsi di Indonesia diperkirakan akan mengalami hujan lebat yang dapat disertai angin kencang.
Fenomena Pemicu Hujan Lebat
Menurut BMKG, peningkatan potensi hujan ini dipicu oleh aktifnya Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial di beberapa wilayah Indonesia. MJO adalah pola pergerakan awan dan curah hujan yang bergerak dari barat ke timur di sekitar ekuator, yang dapat memicu pembentukan awan hujan dalam skala besar.
Selain MJO, BMKG juga mendeteksi adanya Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial yang diprakirakan aktif di sejumlah wilayah. Kedua gelombang atmosfer ini dikenal mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan memperkuat potensi cuaca ekstrem.
Daftar Provinsi Terdampak
BMKG belum merilis daftar lengkap 15 provinsi yang akan terdampak, namun diperkirakan mencakup wilayah-wilayah yang sering terpengaruh oleh dinamika atmosfer tropis. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat angin kencang.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem. Pemerintah daerah juga diminta untuk menyiapkan langkah antisipasi, terutama di daerah rawan bencana hidrometeorologi.
"Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang, segera berlindung di tempat yang aman dan jangan berteduh di bawah pohon besar atau baliho," ujar Kepala BMKG dalam keterangan resmi.



