Otoritas Palm Beach, Florida, Amerika Serikat secara resmi mengganti nama bandaranya menjadi nama Presiden Donald Trump pada hari Kamis (9/7) waktu setempat. Perubahan ini menjadi yang terbaru dalam serangkaian institusi, bangunan, program pemerintah, kapal perang, dan uang yang menggunakan nama presiden AS itu.
Latar Belakang Penggantian Nama
Dilansir kantor berita Reuters, Jumat (10/7/2026), penggantian nama Bandara Internasional Palm Beach menjadi Bandara Internasional Presiden Donald J. Trump merupakan isyarat penting atas dukungan pemimpin Partai Republik tersebut di negara bagian Florida, tempat tinggalnya, di mana dia memiliki resor mewah, Mar-a-Lago. Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengesahkan perubahan nama tersebut untuk berlaku mulai hari Kamis (9/7). Ini terjadi setelah Gubernur Florida dari Partai Republik, Ron DeSantis, menandatangani undang-undang pada bulan Maret lalu untuk mengganti nama bandara kota di tenggara Florida tersebut dengan nama Trump. Selama ini nama Bandara Internasional Palm Beach telah berlaku selama lebih dari setengah abad.
Pernyataan Keluarga Trump
"Saya rasa tidak ada orang yang lebih identik dengan Palm Beach selain Donald Trump, mungkin di seluruh Florida," kata putra Trump, Eric Trump, dalam sebuah wawancara dengan Fox News. Sejak menjabat untuk masa jabatan kedua di Gedung Putih tahun lalu, nama Trump telah diabadikan pada rencana kapal perang Angkatan Laut, program visa untuk warga asing kaya, situs web obat resep yang dikelola pemerintah, dan rekening tabungan federal untuk anak-anak.
Upaya Penamaan Lainnya
Ia juga telah mengejar perubahan besar di Washington. Meskipun nama Trump ditambahkan ke gedung Institut Perdamaian Amerika Serikat, pengadilan telah menolak upaya untuk menempelkan namanya ke Pusat Seni Pertunjukan John F. Kennedy. Pihak bandara tersebut mengatakan perubahan nama itu menelan biaya US$5,5 juta.
Penerbangan Perdana
Eric Trump dan keluarganya berada di penerbangan pertama yang mendarat di bandara yang baru diberi nama Trump tersebut pada Kamis subuh dengan pesawat pribadi. "Tidak mungkin saya membiarkan UPS menjadi pesawat pertama yang mendarat," kata Eric Trump dalam sebuah wawancara dengan "Fox & Friends."



