Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan telah menerima informasi intelijen mengenai rencana serangan besar-besaran dari Rusia. Data tersebut, yang diperoleh dari mitra Amerika dan Eropa, mengindikasikan bahwa Moskow sedang mempersiapkan serangan menggunakan rudal Oreshnik dalam waktu dekat.
Peringatan dari Zelensky
"Dinas intelijen kami melaporkan telah menerima data, termasuk dari mitra Amerika dan Eropa, tentang Rusia yang sedang mempersiapkan serangan dengan rudal Oreshnik," kata Zelensky kepada AFP pada Minggu, 24 Mei 2026. Rudal Oreshnik dikenal mampu membawa hulu ledak nuklir, dan Zelensky menegaskan bahwa pihaknya sedang memeriksa informasi tersebut.
"Kami melihat tanda-tanda persiapan untuk serangan gabungan di wilayah Ukraina, termasuk Kyiv, yang melibatkan berbagai jenis persenjataan. Tekanan harus diberikan kepada Moskow agar tidak memperluas perang," tambahnya.
Peringatan dari Kedutaan Besar AS
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kyiv juga mengeluarkan peringatan serupa, menyatakan telah menerima informasi mengenai potensi serangan udara signifikan yang dapat terjadi kapan saja dalam 24 jam ke depan. Peringatan tersebut berlaku untuk seluruh wilayah Ukraina, dan warga negara AS diminta untuk mencari perlindungan jika terjadi peringatan udara.
Latar Belakang Ketegangan
Peringatan ini muncul setelah pengumuman Rusia tentang bertambahnya korban tewas di perguruan tinggi dan asrama Ukraina timur yang dikuasai Rusia, menjadi 18 orang. Pekan lalu, militer Rusia melakukan latihan senjata nuklir selama tiga hari yang melibatkan ribuan pasukan di seluruh negeri.
Rudal Oreshnik telah digunakan Rusia terhadap Ukraina dua kali dengan hulu ledak konvensional: pada November 2024 terhadap pabrik militer dan pada Januari 2026 terhadap pabrik penerbangan di Ukraina barat. Presiden Rusia Vladimir Putin menjanjikan respons militer setelah serangan drone Ukraina yang mematikan di Starobilsk, wilayah Lugansk yang diduduki Rusia, pada Kamis malam hingga Jumat pagi. Kyiv membantah menargetkan warga sipil dan mengklaim telah mengenai unit drone Rusia di daerah tersebut.



