Jakarta - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Kyiv akan meminta informasi tambahan dari Amerika Serikat mengenai rencana gencatan senjata dengan Rusia yang diusulkan pada tanggal 9 Mei. Tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan besar Perang Dunia II yang akan digelar Rusia.
Latar Belakang Proposal Gencatan Senjata
Dilansir AFP pada Kamis (30/4/2026), Presiden Rusia Vladimir Putin mengajukan usulan penghentian pertempuran dalam invasi yang telah berlangsung empat tahun di Ukraina. Usulan ini disampaikan melalui panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump sehari sebelumnya. Kremlin mengonfirmasi bahwa Trump mendukung langkah tersebut.
Zelensky menulis di media sosial bahwa ia telah menginstruksikan anggota timnya untuk memperoleh rincian lebih lanjut. Ukraina, menurutnya, pada akhirnya ingin mengakhiri perang. "Kami akan mengklarifikasi apa sebenarnya maksudnya—apakah hanya beberapa jam keamanan untuk parade di Moskow, atau sesuatu yang lebih," ujar Zelensky dalam pernyataannya.
Sikap Ukraina terhadap Perdamaian
"Usulan kami adalah gencatan senjata jangka panjang, keamanan yang andal dan terjamin bagi rakyat, dan perdamaian abadi. Ukraina siap untuk mewujudkannya dalam format apa pun yang bermartabat dan efektif," tambah Zelensky.
Acara utama perayaan 9 Mei di Rusia biasanya berupa pertunjukan kekuatan militer yang bombastis dengan parade di Lapangan Merah, dipimpin langsung oleh Putin. Namun, Rusia mengumumkan pekan ini bahwa tidak akan ada peralatan militer yang disertakan dalam acara tersebut sebagai tindakan pencegahan mengingat ancaman serangan balasan Ukraina. Parade tersebut biasanya menarik para pemimpin dunia yang bersekutu dengan Moskow.
Peningkatan Serangan Ukraina
Tentara Ukraina telah meningkatkan serangan jarak jauh terhadap target energi dan militer di belakang garis depan dalam beberapa bulan terakhir. Mereka secara teratur mengirimkan sejumlah drone ke arah ibu kota Rusia. Invasi Rusia ke Ukraina yang diluncurkan pada Februari 2022 telah menjadi konflik paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II, menewaskan ratusan ribu orang dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.
Keterangan Ajudan Kremlin
Ajudan Kremlin Yuri Ushakov juga memberi pengarahan kepada wartawan tentang diskusi kedua pemimpin mengenai perang di Ukraina, yang kini memasuki tahun kelima. "Atas permintaan Trump, Vladimir Putin menggambarkan situasi saat ini di sepanjang garis kontak, di mana pasukan kita memegang inisiatif strategis dan mendorong mundur posisi musuh," kata Ushakov.
"Baik Vladimir Putin maupun Donald Trump pada dasarnya menyatakan penilaian yang serupa tentang perilaku rezim Kyiv yang dipimpin oleh Zelensky, yang, dihasut dan dengan dukungan Eropa, mengejar kebijakan untuk memperpanjang konflik."
Serangan Rusia terhadap Ukraina telah menghancurkan sebagian besar wilayah Ukraina, menewaskan ribuan warga sipil dan memaksa jutaan orang mengungsi dari rumah mereka.
Hari Kemenangan dan Gencatan Senjata
Putin mengatakan dia siap "untuk menyatakan gencatan senjata selama perayaan Hari Kemenangan. Trump secara aktif mendukung inisiatif ini, mencatat bahwa hari libur tersebut menandai kemenangan bersama kita," kata Ushakov.
Rusia memperingati Hari Kemenangan pada tanggal 9 Mei untuk mengenang kemenangan Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II, yang dirayakan setiap tahun dengan parade militer di pusat kota Moskow. Acara tahun ini akan diperkecil sebagai tindakan pencegahan mengingat ancaman serangan balasan Ukraina, demikian pernyataan Kremlin.



