Kemenhaj Kepri Ungkap Penyebab Penundaan 24 Jam Keberangkatan Jemaah Haji Kloter 5
Kemenhaj Kepri Ungkap Penyebab Penundaan 24 Jam Jemaah Haji Kloter 5

Penjelasan Kemenhaj Kepri soal Pesawat Bermasalah Bikin Keberangkatan Jemaah Kloter 5 Tertunda 24 Jam

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Syafi'i, memberikan penjelasan resmi terkait penundaan keberangkatan jemaah haji Embarkasi Batam yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 5. Penundaan selama kurang lebih 24 jam terjadi akibat gangguan teknis pada pesawat milik Saudi Airlines, tepatnya pada sistem hidrolik pesawat.

Penyebab Penundaan dan Tindakan Maskapai

Semula, 442 jemaah asal Riau dijadwalkan berangkat pada Senin, 27 April 2026 pukul 09.40 WIB. Namun, penerbangan harus ditunda karena kendala teknis yang terdeteksi pada pesawat. "Penundaan terjadi karena gangguan teknis, kabarnya pada sistem hidrolik pesawat. Demi keselamatan, penerbangan tidak bisa dilanjutkan dan akhirnya pesawat diganti," ujar Syafi'i kepada Liputan6.com di Kantor Asrama Haji Batam, Selasa (28/4/2026). Pesawat pengganti tiba pada hari yang sama, dan jemaah dijadwalkan terbang pukul 15.15 WIB. "Alhamdulillah pesawatnya sudah datang. Insya Allah, kita doakan tidak ada kendala lagi," katanya.

Akomodasi dan Konsumsi Jemaah Ditanggung Maskapai

Selama masa penundaan, seluruh jemaah diinapkan di sejumlah hotel di kawasan Nagoya, Batam. Kebutuhan akomodasi dan konsumsi ditanggung sepenuhnya oleh pihak maskapai Saudi Airlines. "Jemaah diinapkan di beberapa hotel dan tetap dalam pengawasan petugas PPIH. Transportasi dari bandara ke hotel dan sebaliknya juga difasilitasi oleh maskapai," jelas Syafi'i. Ia menegaskan bahwa penanganan keterlambatan penerbangan menjadi tanggung jawab maskapai, termasuk penyediaan penginapan dan konsumsi. "Kalau terjadi delay, apalagi lebih dari beberapa jam, maka itu menjadi tanggung jawab maskapai. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Jemaah Memahami Situasi

Meski sempat tertunda, para jemaah dapat memahami situasi yang terjadi. "Alhamdulillah jemaah bisa menerima karena ini demi keselamatan bersama," ujar Syafi'i. Ia memastikan bahwa setibanya di Arab Saudi, jemaah tetap mendapatkan pelayanan sesuai jadwal, termasuk penempatan hotel yang telah diatur oleh petugas haji di Madinah. "Setibanya di sana, jemaah akan disambut petugas dan diinapkan di hotel yang sudah ditentukan. Jadi tidak ada kendala meskipun sempat terjadi penundaan," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga