Jakarta - Menteri Luar Negeri Sugiono membenarkan bahwa sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dan ditahan tentara Israel mendapatkan kekerasan fisik. Hal ini disampaikannya usai menyambut sembilan WNI yang tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (24/5/2026).
Pengakuan Herman Budianto
Salah satu WNI yang ditahan Israel, Herman Budianto, mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan. "Terutama pada saat kita proses pemindahan dari satu tempat ke tempat lain, itu benar-benar luar biasa. Kita harus merangkak, nunduk dan kita enggak boleh angkat kepala sedikit pun. Kita angkat kepala sedikit, ditendang, dipukul," jelas dia.
Parahnya lagi, selama ditahan, tentara Israel memiliki bilik khusus untuk melakukan penyiksaan. Sembilan WNI bersama relawan misi kemanusiaan dari negara lainnya secara bergantian disiksa di bilik tersebut. "Jadi ada bilik khusus eksekusi, bisa dibilang bilik khusus eksekusi. Jadi setiap kita mau berpindah ruangan, ada satu bilik khusus eksekusi di mana kita dipukuli, terus kita ditendang, bahkan karena saya jatuh, saya sempat diinjak juga," ungkap dia.
Perbandingan dengan Tahanan Palestina
Menurut Herman, apa yang dialami oleh relawan ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan ribuan masyarakat Palestina yang juga menjadi tahanan Israel. Mereka disiksa, terkena pelecehan, hingga akhirnya ada yang meninggal di dalam ruang tahanan. Herman pun menceritakan keadaan tahanan Israel sembari menangis. Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A. K. Alsattari langsung menggandeng tangannya, mencoba untuk menguatkan dan ikut menangis haru.
Evakuasi ke Rumah Sakit
Selesai memberikan keterangan pers, Herman harus diangkut dengan kursi roda dan dievakuasi menggunakan ambulans untuk dibawa ke rumah sakit demi pemeriksaan lebih lanjut.
Dukungan Pemerintah
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan pendampingan dan perawatan bagi para WNI yang mengalami trauma fisik. "Dan tadi dari laporan ada beberapa rekan kita yang mengalami trauma fisik yang akan juga ditangani lebih lanjut," kata Sugiono.



