Waka Komisi IX DPR Minta Pintu Masuk RI Diperketat Cegah Hantavirus
Waka Komisi IX DPR Minta Pintu Masuk RI Diperketat

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menyoroti penyebaran hantavirus yang mewabah di kapal pesiar mewah MV Hondius. Ia meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus berbahaya tersebut ke Indonesia.

Permintaan Pengawasan Ketat

Yahya menegaskan perlunya pengawasan ketat di pintu-pintu masuk wilayah Indonesia. "Saya minta pemerintah mulai memperketat pintu-pintu masuk ke wilayah Indonesia. Melakukan skrining kepada WNI dan WNA yang masuk ke Indonesia," ujarnya kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).

Kesiapan Fasilitas Kesehatan

Politikus Partai Golkar ini juga meminta kesiapan fasilitas kesehatan diperkuat, termasuk penyediaan tes PCR di rumah sakit pusat dan daerah sebagai langkah antisipasi. "Menyiapkan PCR di rumah-rumah sakit pusat dan daerah untuk mengantisipasi masuknya hantavirus ke Indonesia," kata Yahya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Edukasi Masyarakat

Yahya menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait hantavirus. Meskipun penyebaran saat ini masih terbatas, langkah pencegahan tetap perlu dilakukan. "Memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penyakit hantavirus dan bahayanya bagi manusia. Walaupun penyebaran hantavirus masih terbatas di dalam kapal pesiar, melakukan pencegahan merupakan langkah yang baik untuk melindungi masyarakat," tuturnya.

Respons Menteri Kesehatan

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin juga mengantisipasi penyebaran hantavirus. Sejauh ini delapan orang diduga tertular dan tiga di antaranya meninggal dunia. Pemerintah disebut tengah memperkuat sistem skrining untuk mendeteksi potensi masuknya virus tersebut ke Indonesia.

Menkes menyebut hantavirus merupakan virus berbahaya. Kementerian Kesehatan langsung berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mendapat pedoman penanganan dan deteksi dini. "Virus ini kan lumayan virus yang berbahaya, jadi kita sudah koordinasi dengan WHO, kita minta guidance untuk bisa melakukan skriningnya," kata Menkes di Gedung Prof Sujudi, Kemenkes RI, Kamis (7/5/2026).

Hasil koordinasi sementara menunjukkan penyebaran virus masih terkonsentrasi di kapal pesiar tersebut dan belum meluas ke wilayah lain.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga