KOMPAS.com - Wabah hantavirus telah dikonfirmasi menjangkiti seorang penumpang kapal pesiar berbendera Belanda, MV Hondius, pada awal Mei 2026. Kabar ini menyebar luas setelah video kapten kapal, Jan Dobrogowski, beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Dobrogowski mengumumkan adanya satu penumpang yang meninggal dunia akibat sakit. Namun, sayangnya, video tersebut telah ditafsirkan secara keliru oleh banyak pihak.
Penelusuran Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran mendalam untuk mengungkap kebenaran di balik narasi yang beredar. Hasilnya, ditemukan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya akurat. Video yang viral memang benar menampilkan kapten kapal yang menyampaikan pengumuman, namun konteksnya telah dipelintir.
Klarifikasi dari Pihak Berwenang
Pihak otoritas kesehatan setempat dan perusahaan pelayaran telah memberikan klarifikasi. Mereka menegaskan bahwa kematian penumpang tersebut bukan semata-mata akibat hantavirus, melainkan karena komplikasi penyakit lain yang diderita. Hantavirus sendiri merupakan penyakit langka yang ditularkan melalui tikus, dan kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Penyebaran Hoaks di Media Sosial
Narasi keliru ini pertama kali disebarkan oleh akun Instagram dan Facebook yang tidak bertanggung jawab. Mereka memanfaatkan momen ketakutan publik untuk menyebarkan informasi palsu. Tim Cek Fakta mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
Imbauan untuk Publik
Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi. Selalu periksa sumber berita dari kanal resmi dan kredibel. Jika menemukan informasi mencurigakan, laporkan ke pihak berwenang atau platform media sosial terkait.



