Trump Serang Wasit Kartu Merah Balogun, FIFA Beri Pembelaan Tegas
Trump Serang Wasit Kartu Merah Balogun, FIFA Pasang Badan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan serangan verbal terhadap wasit Raphael Claus dari Brasil yang memberikan kartu merah kepada pemain timnas AS, Folarin Balogun, dalam pertandingan Piala Dunia 2026 melawan Bosnia pada 2 Juli lalu. Trump menyebut wasit itu 'sangat mencurigakan'.

FIFA dan CBF Pasang Badan untuk Wasit Claus

FIFA langsung memberikan pembelaan untuk Claus. Kepala bidang perwasitan sekaligus ketua komite wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa Claus merupakan anggota kunci dalam daftar wasit Piala Dunia. 'Raphael Claus memimpin pertandingan di Piala Dunia FIFA keduanya, setelah sebelumnya bertugas bersama kami di Qatar pada tahun 2022,' ujar Collina dalam sebuah pernyataan. 'Dia adalah wasit berpengalaman dan sangat dihormati, dan kami menaruh kepercayaan penuh kepadanya sebagai petugas pertandingan yang terpercaya,' tegasnya.

Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) juga mengecam tuduhan Trump dan menegaskan tidak ada apa pun dalam latar belakang Claus yang 'menimbulkan kecurigaan'.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kartu Merah Kontroversial dan Intervensi Trump

Kartu merah terhadap Balogun memicu kontroversi. Trump menelepon langsung Presiden FIFA Gianni Infantino untuk mendesak peninjauan kembali kartu merah tersebut, yang memberlakukan larangan bermain satu pertandingan bagi striker AS itu. Sejumlah sumber mengatakan kepada The Guardian bahwa Trump sampai tiga kali menelepon FIFA untuk mendesak pembatalan sanksi. FIFA akhirnya menunda penerapan sanksi terhadap Balogun dan mengizinkannya bermain dalam laga babak 16 besar melawan Belgia pada 6 Juli di Seattle. Keputusan FIFA itu menuai banyak kritikan.

Saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada 6 Juli, Trump untuk pertama kalinya mengakui bahwa dirinya meminta Infantino untuk meninjau kembali kartu merah untuk Balogun. 'Yang saya lakukan hanyalah meminta peninjauan ulang, karena menurut saya itu bukan pelanggaran,' kata Trump. Menurutnya, insiden itu hanya tabrakan antara dua atlet. 'Saya melihat pertandingan itu. Itu bukan pelanggaran. Itu hanya dua orang yang berlari dengan kecepatan penuh dan secara kebetulan saling bertabrakan,' sebutnya.

Trump Puji FIFA dan Pertanyakan Kredibilitas Wasit

Trump memuji keputusan FIFA, sembari menegaskan bahwa dirinya tidak menekan FIFA. 'Saya pikir mereka (FIFA) mengambil keputusan yang sangat brilian. Saya tidak memberi tahu mereka tentang apa yang harus dilakukan. Saya tidak bisa memberi tahu mereka tentang apa yang harus dilakukan,' tegasnya.

Namun, Trump tetap mempertanyakan kredibilitas wasit Claus. 'Wasit ini, agak mencurigakan jika Anda memeriksa rekam jejaknya. Saya sebenarnya enggan mengatakannya karena saya tidak suka memicu kontroversi, tetapi dia sangat mencurigakan. Dia membuat keputusan yang sulit dipercaya oleh siapa pun,' kata Trump.

Trump Akui Tak Paham Kartu Merah

Trump juga mengakui bahwa dirinya tidak memahami soal kartu merah dalam sepak bola. 'Kartu merah, saya tadinya tidak tahu apa itu kartu merah, tetapi begitu saya tahu, saya berkata, 'Anda pasti bercanda',' katanya. Trump baru mengetahui setelah pertandingan bahwa kartu merah berakibat skorsing otomatis di pertandingan selanjutnya. 'Memberikan hukuman untuk pertandingan yang baru saja berlangsung itu satu hal. Tetapi, bagaimana bisa Anda menghukum mereka untuk pertandingan yang bahkan belum dimainkan? Itu sangat tidak adil,' ucapnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga