Truk pengangkut alat berat yang tersangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan akhirnya berhasil dievakuasi pada Selasa (14/7) setelah proses penanganan berlangsung lebih dari 12 jam. Evakuasi dilakukan secara bertahap menggunakan mobile crane. Suara mesin alat berat berpadu dengan instruksi petugas yang terus bersahutan selama proses pengangkatan rangka JPO yang ambruk akibat tertabrak truk bertonase besar tersebut.
Proses Evakuasi Berlangsung Hati-hati
Sejumlah warga tampak memadati area sekitar untuk menyaksikan jalannya evakuasi. Rangka besi dan sebagian atap JPO terlihat roboh usai dihantam kendaraan yang mengangkut alat berat. Petugas bekerja dengan penuh kehati-hatian untuk mencegah kerusakan struktur semakin meluas. Salah seorang petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta memasang tali sling crane pada rangka besi JPO yang tersangkut sebelum proses pengangkatan dilakukan. Di sisi lain, tiang penyangga JPO yang miring masih bertumpu pada bagian atas crane yang berada di atas truk towing. Setelah rangka jembatan berhasil diangkat, truk yang sebelumnya terjepit akhirnya dapat dikeluarkan dari bawah struktur yang rusak.
Petugas Lega Evakuasi Berhasil
Keberhasilan proses evakuasi itu disambut lega oleh para petugas yang sejak pagi berada di lokasi. Personel gabungan dari TNI, Polri, Dinas Bina Marga, dan Dinas Perhubungan juga disiagakan untuk mengamankan area selama proses berlangsung. Selama evakuasi, dua ruas Jalan Kapten Tendean ditutup sementara. Arus lalu lintas dialihkan hingga seluruh material berhasil dipindahkan dan kondisi di sekitar lokasi dipastikan aman.
Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sebelumnya mengerahkan personel dan menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados menjelaskan langkah tersebut diambil setelah truk pengangkut alat berat jenis ekskavator pengebor tersangkut di JPO sehingga hanya menyisakan satu lajur yang dapat dilintasi kendaraan. "Anggota kami sudah bersiaga di lapangan sejak subuh untuk melakukan pengaturan arus kendaraan bagi masyarakat yang mulai beraktivitas pagi ini. Secara tidak langsung, arus kendaraan masih kami upayakan mengalir lewat lajur dua dan lajur tiga secara bergantian," ujar Robby saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Untuk mengantisipasi antrean kendaraan yang mengular hingga Simpang Kuningan (HR Rasuna Said) dan Warung Buncit, polisi menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Salah satunya menutup sementara akses menuju flyover Kapten Tendean dari arah Hotel Mercure. Selain itu, pengendara dari arah Tendean menuju Senopati dialihkan melalui jalur Warung Buncit, sedangkan kendaraan menuju Blok M diarahkan lurus ke Jalan Mampang Prapatan Raya untuk berputar balik di U-turn terdekat sebelum kembali ke arah Tendean.
Koordinasi dengan Dinas Bina Marga
Robby menambahkan, rekayasa lalu lintas secara menyeluruh dijadwalkan mulai diterapkan pada pukul 08.30 WIB setelah puncak kepadatan lalu lintas pagi terlewati. Selain melakukan pengaturan arus kendaraan, kepolisian juga berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk mengevakuasi truk menggunakan crane berkapasitas besar. "Karena insiden ini melibatkan struktur JPO, kami harus mendatangkan mobil derek besar (crane). Kami jadwalkan survei dan proses evakuasi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB demi keamanan konstruksi jembatan," jelasnya.



