Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya tautan yang diklaim sebagai link pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 600.000 untuk periode April hingga Juni 2026. Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut dipastikan hoaks dan terindikasi sebagai modus pencurian data pribadi atau phishing.
Narasi yang Beredar
Tautan palsu tersebut disebarkan oleh sejumlah akun Facebook pada bulan April 2026. Akun-akun tersebut mengunggah narasi yang mengajak masyarakat untuk segera mengklik tautan guna mencairkan BSU. Narasi yang disertakan antara lain:
- "Bantuan Subsidi Upah Rp600.000 sudah bisa dicairkan! Klik link di bawah ini."
- "Jangan lewatkan kesempatan! Periode April-Juni 2026, segera ambil BSU Anda."
Namun, tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi pemerintah, melainkan ke halaman yang meminta data pribadi seperti nomor KTP, nomor HP, dan informasi rekening bank.
Konfirmasi Pemerintah
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan pernyataan resmi bahwa tidak ada program BSU untuk periode April-Juni 2026. Kedua lembaga tersebut mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya. "Setiap informasi resmi mengenai BSU hanya disampaikan melalui kanal resmi Kemenaker dan BPJS," ujar juru bicara Kemenaker.
Modus Phishing
Pakar keamanan siber mengonfirmasi bahwa tautan tersebut merupakan upaya phishing yang bertujuan mencuri data pribadi korban. Data yang berhasil dikumpulkan kemudian dapat disalahgunakan untuk berbagai kejahatan, termasuk penipuan finansial dan pembobolan akun. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengklik tautan mencurigakan dan selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi.
Langkah Antisipasi
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari phishing:
- Jangan pernah mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal.
- Periksa URL dengan saksama; situs resmi pemerintah biasanya menggunakan domain .go.id.
- Jangan memberikan data pribadi seperti KTP, nomor HP, atau PIN melalui tautan.
- Laporkan akun atau konten mencurigakan ke platform media sosial atau pihak berwenang.
Dengan meningkatnya kasus phishing, kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk melindungi data pribadi dan aset keuangan. Pastikan Anda selalu mengakses informasi dari kanal resmi dan jangan mudah tergiur dengan iming-iming bantuan palsu.



