Sidang Penyiraman Andrie Yunus: Cairan Pembersih Karat Disiapkan Sejak Awal
Sidang Penyiraman Andrie Yunus: Cairan Pembersih Karat Disiapkan

Jakarta - Sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, kembali digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu (13/5/2026). Dalam persidangan tersebut, terungkap detail mengejutkan mengenai persiapan para terdakwa sebelum melakukan aksi penyerangan.

Pengakuan Terdakwa di Persidangan

Sersan Dua Edi Sudarko, salah satu terdakwa, mengakui bahwa cairan pembersih karat telah disiapkan di dalam sebuah tumbler sejak awal pengejaran. "Waktu ada informasi kalau Andrie Yunus keluar dari YLBHI, saya langsung otomatis mengambil cairan tersebut yang menyantol di kendaraan," ujarnya di hadapan majelis hakim.

Edi menjelaskan bahwa awalnya ia bersama Terdakwa II, Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, berencana pulang karena hari sudah larut malam. Namun, rencana berubah setelah Terdakwa III, Kapten Nandala Dwi Prasetyo, melihat Andrie keluar dari YLBHI menggunakan sepeda motor matic berwarna kuning. "Itu kayaknya Andrie Yunus keluar YLBHI menggunakan kendaraan warna kuning matic," kata Edi menirukan ucapan Terdakwa III.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Pembuntutan

Setelah identifikasi tersebut, Terdakwa III dan IV segera mengikuti Andrie dari belakang. Sementara itu, Edi dan Terdakwa II mengambil posisi tepat di belakang motor korban. Oditur kemudian bertanya, "Yang pas di belakang kendaraan Andrie Yunus kendaraan siapa?" Edi menjawab, "Terdakwa dua dan saya."

Para terdakwa terus membuntuti Andrie tanpa henti hingga tiba di Jalan Salemba. Di lokasi itu, Edi dan Terdakwa II menyalip sepeda motor korban lalu memutar arah berlawanan. "Terdakwa dua berputar balik berlawanan dengan laju kendaraan Andrie Yunus," jelas Edi.

Saat Penyiraman Terjadi

Saat motor berpapasan, Edi membuka tutup tumbler berisi cairan pembersih karat yang sebelumnya digantung di motor. Ketika ditanya oditur kapan tutup itu dibuka, Edi menjawab, "Waktu mendekati." Cairan tersebut kemudian disiramkan ke arah tubuh Andrie dari jarak sekitar satu meter. "Sekiranya jarak satu meter tutup tumbler kami buka," ujarnya.

Edi mengaku bahwa saat penyiraman terjadi, Andrie menggunakan helm. Namun, kaca helm korban disebut masih terbuka. "Setahu kami pakai helm, namun kaca masih terbuka," katanya.

Reaksi dan Respons

Pengakuan ini menambah daftar fakta mengejutkan dalam kasus penyerangan terhadap aktivis KontraS tersebut. Sebelumnya, oditur juga menyoroti kelalaian perwira senior yang membiarkan Andrie disiram air keras tanpa tindakan pencegahan yang memadai.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga